AirBadminton, Ide Baru Bermain Bulu Tangkis Di Luar Ruangan

AirBadminton, Ide Baru Bermain Bulu Tangkis Di Luar Ruangan

Badan Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) bersama HSBC baru saja meluncurkan AirBadminton, permainan bulu tangkis versi luar ruangan. Bersamaan dengan diluncurkannya AirBadminton, BWF dan HSBC pun turut memperkenalkan AirShuttle, kok untuk AirBadminton.

Proyek AirBadminton ini sebenarnya telah diinisiasi sejak lima tahun lalu. BWF bersama HSBC, mitra global mereka, merancang AirBadminton sebagai sarana olahraga untuk menciptakan lebih banyak kesempatan bagi semua orang dari beragam kalangan untuk merasakan bermain bulu tangkis di luar ruangan dimana pun berada.

Ide awal proyek ini adalah untuk mengembangkan satu jenis kok terbaru yang dapat digunakan di luar ruangan dengan durabilitas dan stabilitas yang meningkat serta tahan angin agar dapat digunakan di ruangan terbuka.

BWF bekerja sama dengan Institute for Sports Research (ISR) Universitas Nanyang, Singapura selama lima tahun belakangan untuk mengembangkan AirShuttle.

Presiden BWF, Poul-Erik HØyer yang secara resmi meluncurkan AirBadminton di Tianhe Gymnasium, Guangzhou, Cina, menuturkan bahwa olahraga ini seharusnya membuka jalan untuk lebih mendunianya bulu tangkis. Disamping itu mendorong  semakin kompetitifnya bulu tangkis.

“Ini merupakan saat yang bersejarah untuk bulu tangkis. Strategisnya, AirBadminton akan memenuhi harapan kami agar semakin banyak orang yang bermain bulu tangkis.” Ujar Poul-Erik HØyer.

Dirinya juga menyatakan bahwa dengan adanya AirBadminton dan AirShuttle diharapkan semakin memudahkan akses banyak orang untuk bermain bulu tangkis. Mengingat kebanyakan masyarakat umum pertama kali bermain bulu tangkis di luar ruangan bukannya di dalam ruangan seperti atlet profesional.

Pihaknya juga mengharapkan kedepannya melalui AirBadminton akan tercipta sebuah olahraga dengan versi yang baru, menyenangkan dan lebih energik. Pada akhirnya semua bermuara ke harapan BWF agar semakin banyak orang yang bermain bulu tangkis dimanapun itu.

Kedepannya BWF akan mulai memperkenalkan AirBadminton dan AirShuttle pada negara – negara anggotanya. Hal ini sejalan dengan program BWF untuk semakin memperkenalkan bulu tangkis ke seluruh dunia.

Pada dasarnya AirBadminton dan bulu tangkis konvensional memang memiliki perbedaan. Perbedaan utamanya terletak pada kok dan ukuran serta desain lapangan yang digunakan. Terdapat zona mati berukuran dua meter didepan lapangan AirBadminton. Jika kok mendarat di wilayah tersebut maka dipastikan terjadi fault.

Butuh tiga pemain untuk masing – masing tim di AirBadminton, berbeda dengan bulu tangkis konvensional yang hanya butuh satu atau dua pemain. Selain itu, setidaknya harus ada satu pemain putri dalam satu tim AirBadminton.

Secara teknis, para pemain tidak diperkenankan memukul kok ke lawan dua kali berturut – turut. Para pemain harus bergiliran memukul kok. Aturan ini diciptakan dengan tujuan para pemain semakin sering bergerak dan tentunya untuk kepentingan strategi tiap tim.

Kok yang digunakan, AirShuttle, berbeda dengan kok biasa. Namun dari segi desain, AirShuttle dirancang sedemikian rupa agar jalur lintasannya dan akustiknya mirip dengan kok biasa. Namun walaupun koknya sedikit berbeda dengan bulu tangkis konvensional, AirBadminton dapat dimainkan dengan menggunakan raket biasa.