Andrea Iannone Menanggapi Persaingan di Moto GP

motogp.com

Bagi para penggemar Moto GP tentunya tidak asing lagi dengan salah satu pebalap asal Italia, Andrea Iannone. Pebalap kelahiran 9 Agustus 1989 ini sebelumnya pada musim balap 2018 lalu diketahui membela tim Suzuki Ecstar. Saat itu dirinya bersama dengan Alex Rins sebagai tandem di tim tersebut.

Permulaan musim balap 2019 ini Iannone memilih bergabung dengan tim baru. Tim yang beruntung menaunginya adalah Aprilia Racing Team Gresini. Kali ini dirinya akan bersama – sama dengan Aleix Espargaro membela tim Aprilia Racing Team Gresini.

Andrea Iannone mengawali karir balap profesional mulai dari bawah. Diawali dengan bergabung di kelas 125cc pada rentang waktu 2005 – 2009. Saat itu dirinya membela tim Aprilia. Di tahun 2010 Iannone berhasil naik kelas ke kelas Moto2. Selama 2 tahun hingga tahun 2012 Iannone membela dua tim yang berbeda yaitu Speed Up dan Suter. Puncak karirnya bermula di tahun 2013 saat Iannone berhasil bergabung dengan pebalap senior lainnya di kelas Moto GP. Hingga saat ini terhitung ada tiga tim yang pernah dan sedang dibelanya diantaranya adalah Ducati, Suzuki dan saat ini Aprilia.

Sadar dirinya berada di kelas bergengsi ajang balap motor Moto GP, Andrea Iannone tidak memungkiri akan adanya aura persaingan yang kuat diantara para pebalap. Namun dirinya mengaku tidak akan pernah menyerah dalam persaingan Moto GP. Iannone meyakinkan bahwa dirinya adalah seorang tipe pebalap pejuang yang selalu berjuan dengan keras dalam mengejar karir balapnya.

Motor tunggangannya di lintasan dijadikannya rekan. Dia selalu percaya akan kemampuan motornya dan yakin jika dirinya merasa percaya diri saat berada di atas motor maka saat itulah momen terbaik untuk terus berjuang dan mendorong kemampuannya hingga batas.

Dirinya pun tidak mengingkari bahwa akan ada waktunya saat semua pebalap di lintasan dapat menjadi pesaing terberatnya. Para pebalap pesaing yang tentunya juga mengincar target yang sama dengan dirinya yaitu kemenangan.

Iannone mengakui bahwa dirinya memiliki banyak pesaing selama karir balap profesionalnya. Persaingannya dengan beberapa pebalap tersaji dengan nyata melalui pertarungan – pertarungan terbaiknya di lintasan. Iannone menyebutkan nama pebalap bertitel Juara Dunia, Marc Marquez, sebagai salah satu saingannya. Iannone dan Marquez telah menjadi rival sejak mereka masih sama – sama di kelas 125cc hingga naik kelas ke kelas Moto2 dan bahkan kembali sama – sama adu cepat di kelas Moto GP. Beberapa pesaing lainnya adalah nama baru muka lama yang baru ditemuinya di kelas utama Moto GP dan belajar untuk mengenal lawan – lawannya melalui pertarungan mereka di lintasan.

Andrea Iannone pun mengakui bahwa pemahaman yang berkembang tentang rekan setim adalah rival utama sang pebalap benar adanya. Karena keduanya tentunya dibekali dengan motor yang sama. Namun Iannone mengatakan bahwa untuk menghadapi persaingan di Moto GP, seorang pebalap tidak boleh hanya fokus pada seorang pesaing saja. Karena pada kenyataannya semua orang yang ada di lintasan pun akan berlomba untuk saling mengalahkan dan dirinya tidak terkecuali.

Apa yang selama ini dihadapinya selama menjadi pebalap profesional dijadikannya sebagai bahan pelajaran. Pertarungan sengit yang terjadi di lintasan terkadang memaksanya untuk mengeluarkan yang terbaik dari dirinya. Dan dirinya pun tidak pernah berhenti untuk belajar.

Musim yang baru ini Andrea Iannone dihadapkan pada segala yang baru mulai dari tim hingga tantangan yang akan dihadapinya. Namun tentunya dirinya meyakinkan untuk tidak menyerah karena semangat itulah yang paling penting.