Siapakah Penakluk Sirkuit Losail Qatar ?

Balapan perdana Moto GP musim 2019 sebentar lagi akan dihelat. Tepatnya pada 10 Maret 2019 para fans Moto GP akan mulai disuguhkan aksi pebalap jagoannya di lintasan.

Seperti pada musim – musim balap Moto GP lalu, tahun ini Sirkuit Losail International Qatar kembali menjadi tuan rumah pertama ajang balap motor ini.

Para fans tentunya sudah tidak sabar menantikan persaingan aksi para pebalap melahap lintasan sepanjang 5.038 meter ini. Namun lebih tidak sabar lagi untuk mengetahui siapakah pebalap yang akan menempati podium di balap perdana 10 Maret nanti.

Namun sebelum menyaksikan siapakah pebalap yang membuka botol sampanye di atas podium di awal musim 2019, mari kita bahas siapa sajakah pebalap yang telah berhasil memuncaki podium di Sirkuit Losail pada musim – musim yang lalu. Apakah didominasi oleh seorang pebalap ataukah berbagi rata diantara para pebalap ?

Sejak menjadi lintasan resmi ajang Moto GP di tahun 2004, hingga tahun 2018 lalu total telah 15 kali Moto GP digelar di sirkuit Losail. Dari 15 kali gelaran tersebut, pebalap dari negeri Matador Spanyol mendominasi podium kemenangan di 3 kelas, yaitu kelas Moto GP, Moto 2 dan Moto 3.

Bahkan di kelas Moto 3, pembalap Spanyol meraih 10 kali kemenangan. Jorge Lorenzo membuka kemenangan di kelas Moto 3 pada tahun 2004, diikuti oleh Gabor Talmacsi asal Hungaria, Alvaro Bautista, Hector Faubel, Sergio Gadea, ketiganya dari Spanyol, Andrea Iannone dari Italia, Nicolas Terol asal Spanyol di dua musim berturut – turut, Maverick Vinales, Luis Salom dari Spanyol, kemudian ada Jack Miller dari Australia, Alexis Masbou dari Perancis, Niccolo Antonelli dari Italia, dan Joan Mir serta Jorge Martin dari Spanyol.

Tidak ketinggalan di kelas Moto 2, 6 pebalap Spanyol kembali mendominasi.  Pebalap asal Argentina, Sebastian Porto, membuka podium kemenangan pertama di 2004, kemudian disusul oleh Casey Stoner dari Australia, Jorge Lorenzo pada dua musim berturut – turut, Mattia Pasini dari Italia, Hector Barbera dari Spanyol, Shoya Tomizawa dari Jepang, Stefan Bradl dari Jerman, Marc Marquez, Pol Espargaro, Esteve Rabat, ketiganya dari Spanyol, Jonas Folger dari Jerman, Thomas Luthi dari Swiss, Franco Morbidelli dan Francesco Bagnaia dari Italia.

Di kelas paling bergengsi, kelas Moto GP, pun pebalap Spanyol kembali mendominasi dengan 6 kemenangan. Sete Gibernau dari Spanyol menjadi pebalap pertama di podium, disusul Valentino Rossi dari Italia di dua musim berturut – turut, kemudian Casey Stoner yang mencetak hatrick di tahun 2007, 2008 dan 2009, kembali Rossi di podium musim 2010, namun di 2011 Stoner kembali menggenapkan kemenangannya, kemudian Jorge Lorenzo di musim 2012 dan 2013, disusul Marc Marquez di tahun 2014, dan kembali Rossi di tahun 2015, di tahun 2016 Lorenzo kembali memenangkan podium, disusul rekan senegaranya Maverick Vinales di tahun 2017 dan ada pebalap Italia Andrea Dovizioso di 2018 lalu.

Dari catatan di atas, terlihat jika Casey Stoner dan Valentino Rossi bersaing di tempat yang sama dengan catatan 4 kemenangan di kelas Moto GP, disusul Jorge Lorenzo dengan 3 kemenangan di kelas yang sama. Namun jika dilihat dari semua kelas, Jorge Lorenzo menang telak dengan 6 kemenangan masing – masing 3 di kelas Moto GP, 2 kemenangan di Moto 2, dan sekali di Moto 3.