3 Alasan Ronaldo Berpotensi Lampaui 800 Gol

3 Alasan Ronaldo Berpotensi Lampaui 800 Gol

Cristiano Ronaldo sukses mencatatkan namanya sebagai legenda sepakbola sekali lagi setelah dirinya mencetak gol di pentas kualifikasi Euro 2020 ketika Portugal bertemu Ukraina. Gol yang dicetaknya merupakan gol ke-95 untuk Portugal dan menjadi gol ke-700 Ronaldo sepanjang karirnya di klub dan tim nasional.

Hanya lima pesepakbola sebelum Ronaldo yang berhasil mengoleksi 700 gol dalam sejarah sepakbola dunia. keberadaan Ronaldo sebagai pemain legenda tentu tak diragukan lagi, ditambah dengan catatan prestasi golnya yang baru saja ditorehkannya.

605 gol Ronaldo dicetak saat dirinya membela beberapa klub. Jika dirunut maka Ronaldo telah menyumbang 5 gol untuk Sporting Lisbon, 118 gol untuk Manchester United, 450 untuk Real Madrid dan 32 gol sejauh ini Juventus. Sisanya disumbangkan Ronaldo tatkala membela Portugal.

444 gol yang diciptakannya lahir dari sepakan kaki kanannya. Tidak heran karena Ronaldo memang unggul di kaki kanannya. Namun begitu, kaki kirinya sukses melesakkan 126 gol ke gawang lawan. 128 gol diciptakannya lewat sundulan dan dua gol dari “dada”.

Dengan raihan 700 gol hingga saat ini, kini perbincangan banyak pihak beralih ke topik yang berbeda. Sanggupkah Ronaldo mencetak lebih banyak gol lagi ? Ada yang percaya akan kemampuannya sementara ada juga yang meragukan.

Walaupun banyak yang meragukan kemampuannya mencetak 100 gol tambahan dalam karirnya, namun tampaknya hal itu tidak mengganggu Ronaldo. Pemain berusia 34 tahun ini tampak masih sanggup untuk mematahkan keraguan banyak pihak.

Dilansir dari Sportskeeda, berikut ini tiga alasan Ronaldo sepertinya masih sanggup mencetak gol ke-800nya sebelum memutuskan pensiun.

Kondisi Tubuh Yang Sempurna

Pihak yang meragukan Ronaldo akan mencapai gol ke-800nya memakai alasan usia yang tidak muda lagi. Rata – rata usia emas pemain sepakbola di pertengahan 20an. Kemudian mulai menurun ketika mencapai usia 30an dan saat berada di usia 34 – 35an, banyak yang memutuskan gantung sepatu.

Namun Ronaldo tidak dapat dimasukkan dalam golongan pesepakbola kebanyakan. Mungkin tidak berlebihan jika menganalogikan Ronaldo seperti tokoh film Benjamin Button yang menentang hukum alam dengan semakin muda seiring tahun.

Pola latihan dan diet yang diterapkannya memastikan bintang Portugal yang telah bermain selama 18 tahun ini hampir selalu berada dalam kondisi paripurna. Sebuah penelitian bahkan mengungkap jika Ronaldo memiliki indeks lemak tubuh yang setara dengan seorang pemuda usia 20an tahun.

Saat mencapai usia 30 tahun empat tahun lalu, Ronaldo sukses mencetak 57 gol dari 57 penampilannya di lapangan. Tahun – tahun berikutnya Ia bahkan mencetak 50 gol lebih walaupun di tahun 2018 sedikit menurun dengan raihan 49 gol dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.

Tahun ini bahkan Ronaldo masih mampu mencetak 27 gol dari 35 laga yang diikutinya. Hanya berbeda delapan gol dari rivalnya, Lionel Messi yang mencetak 35 gol dari 43 penampilannya. Jika boleh membandingkan, rekan – rekannya yang usianya lebih muda seperti Harry Kane sukses mencetak 22 gol dari 32 penampilannya, Sergio Aguero dengan 29 gol dari 41 laga, Luis Suarez 23 gol dari 4 laga dan Robert Lewandowski 38 gol dari 42 laga.

Lebih lanjut, catatan cedera Ronaldo juga impresif. Pemulihannya dari cedera juga tidak memerlukan waktu yang lama. Ia bahkan kembali merumput dengan kondisi yang bugar.

Jika dilihat dari kondisi tubuhnya yang masih “asli”, Ronaldo tampaknya masih sanggup bermain hingga empat tahun kedepan. Dengan kemampuannya mencetak gol, meraih gol ke-800nya tampaknya masih memungkinkan.

Dominasi Juventus dan Portugal

Juventus tidak diragukan lagi menjadi salah satu klub elit di pentas Serie A. Keberadaan Ronaldo di garis depan Juventus memberikan kesempatan besar untuknya mencetak gol tambahan untuk beberapa tahun kedepan.

Statusnya sebagai bagian dari tim nasional Portugal pun semakin membuka kesempatan untuk Ronaldo mewujudkan gol ke-800. Portugal termasuk dalam tim elit Eropa yang kerap kali berpartisipasi dalam Euro atau bahkan Piala Dunia.

Semangat Dan Komitmen Ronaldo

Selama berkarir sebagai pesepakbola profesional, Ronaldo selalu berpegang teguh pada satu misi utamanya, menjadi yang nomor satu. Ronaldo juga dikenal sebagai pemain yang berkomitmen. Bukan rahasia umum lagi jika Ronaldo selalu datang latihan lebih awal dan pulang paling belakangan dibanding rekan – rekannya.

Semangat, passion dan komitmennya selama ini terbukti telah membawanya hingga ke titik sekarang.