Anthony Joshua Tidak Yakin Deontay Wilder Akan Terus Menggenggam Status Juaranya

Anthony Joshua Tidak Yakin Deontay Wilder Akan Terus Menggenggam Status Juaranya

Anthony Joshua kembali mengomentari Deontay Wilder. Joshua menyatakan bahwa seorang Deontay Wilder tidak akan selamanya menggenggam gelar juara dunianya.

Akan tiba saatnya Wilder dikalahkan dan diturunkan dari tahta. Joshua bahkan menyinggung beberapa pertemuan Wilder sebelumnya dengan Eric Molina, Tyson Fury dan Luis Ortiz yang menurutnya Wilder tampak susah payah mengalahkan ketiganya.

Bisa ditebak apa alasan Joshua tiba – tiba mengeluarkan komentar seperti itu terkait Wilder. Joshua tampaknya ingin secara tidak langsung membuat Wilder khawatir akan masa depan karir bertinju dan kemudian memutuskan untuk meladeni tawaran Joshua bertemu di atas ring. Sayangnya hal tersebut kemungkinan tidak akan berhasil.

Anthony Joshua tentu saja merasa kecewa saat mengetahui jika Deontay Wilder memutuskan untuk menggelar rematch melawan Luis Ortiz pada September mendatang. Sementara tawarannya ditolak oleh Wilder. Mungkin saking kecewanya Joshua bahkan mengatakan akan menghadapi Luis Ortiz kemudian.

“Tidak mungkin bagi Wilder untuk tetap bertahan sebagai juara dunia. Dia bahkan terlihat susah payah saat bertemu Eric Molina, Tyson Fury dan Luis Ortiz. Akan tiba waktunya Wilder harus menyerahkan sabuknya pada yang lain.” ujar Joshua.

Dalam pernyataannya Joshua tidak menjelaskan dengan rinci kapan waktu yang ia maksudkan saat Wilder harus turun dari tahtanya. Wilder sendiri akan bertemu dengan tiga petinju berbakat hingga akhir tahun 2020 mendatang.

Ketiganya adalah Luis Ortiz, Adam Kownacki dan Tyson Fury. Wilder punya kesempatan besar untuk mengalahkan ketiganya. Jadi bisa dikatakan Wilder masih punya waktu yang cukup lama menggenggam gelar juara dunianya.

Apa yang dikatakan Joshua bahwa Wilder harus bersusah payah mengalahkan Eric Molina, Tyson Fury dan Luis Ortiz tidak sepenuhnya benar.

Joshua mungkin tidak tahu bahwa pertemuan Wilder dengan Molina bisa dianggap laga yang mismatch. Wilder menghajar Molina hingga wasit harus memutukan mengakhiri pertandingan di ronde kesembilan.

Begitu pula saat Wilder bertemu Fury dan Ortiz. Wasit harus turun tangan dengan menghentikan pertandingan sebelum saatnya karena Wilder jelas telah mengalahkan keduanya.

Sementara Joshua hampir saja kalah KO saat menghadapi Dillian Whyte, Alexander Povetkin, Carlos Takam dan Wladimir Klitschko. Saat melawan mereka Joshua tampak tidak berdaya.

Setelah puas mengomentari Wilder, Joshua kembali mengeluarkan pernyataan bahwa laga antara dirinya melawan Luis Ortiz akan menjadi laga abad ini. Menurutnya para penggemar tinju tidak terlalu mempedulikan siapa yang berada di atas ring. Mereka lebih mempedulikan gelar yang diperebutkan.

Lagi – lagi Joshua sepertinya lupa atau bahkan tidak menyadari bahwa penggemar tinju kebanyakan lebih peduli pada siapa yang berada di atas ring bukannya gelar yang diperebutkan. Seperti misalnya saat Saul Canelo Alvarez menghadapi Gennady Golovkin di tahun 2017 lalu.

Saat itu Saul Canelo Alvarez tidak memiliki gelar apapun. Namun dia lebih populer dan bahkan levelnya lebih tinggi. Laga Canelo Alvarez kontra Golovkin merupakan contoh nyata para penggemar tinju lebih peduli pada petinjunya dibandingkan gelarnya.