Fabio Quartararo Komentari Perjalanan Karirnya di Moto GP

motogp.com

Musim terbaru ajang balap motor prestisius, Moto GP, segera akan dimulai. Seperti tradisi di musim – musim lalu, selalu ada rookie rider yang turut meramaikan kelas utama Moto GP. Rookie adalah istilah yang diberikan kepada pebalap pemula di  Moto GP.

Musim ini ada empat pebalap yang naik kelas ke kelas utama.   Empat pebalap pemula ini adalah para juara kelas Moto2. Mereka adalah Francesco Bagnaia yang bergabung di tim Alma Pramac Racing, Miguel Oliveira di tim Red Bull KTM Tech 3, Joan Mir di tim Suzuki Ecstar, dan Fabio Quartararo di tim Petronas Yamaha SRT.

Nama terakhir yang tersebut di atas, Fabio Quartararo, termasuk yang paling diantisipasi penampilannya di musim ini. Penampilannya pada tes pramusim di Sirkuit Losail Internasional Qatar menunjukkan hasil yang positif.

Dalam sebuah artikel yang dilansir dari motogp.com, Fabio Quartararo mengomentari perjalanan karirnya sebagai pebalap profesional. Fabio diawal karirnya seringkali dibandingkan dengan Marc Marquez, si Baby Alien, sapaan akrab Marc. Banyak harapan yang digantungkan dipundaknya untuk masa depan yang menjanjikan. Harapan itu dijawabnya dengan beberapa penampilan impresifnya di lintasan. Fabio konsisten berada dibarisan sepuluh besar bahkan pernah merasakan naik podium.

Harapan banyak pihak padanya berbalik menjadi tekanan. Apalagi diusianya yang masih muda kala itu, masih 16 tahun, tekanan semakin dirasakannya. Terlebih lagi semakin diperparah dengan cedera yang dialaminya yang mengharuskan absen di beberapa balapan.

Fabio menyatakan bahwa titik baliknya untuk bangkit dari tekanan yang dihadapinya ketika mulai memasuki tahun 2018. Saat itu, dirinya ditawarkan untuk naik kelas ke kelas Moto GP. Dirinya tak menyangka jika dipercaya untuk kesempatan sebesar itu setelah apa yang diraihnya di balapan sebelumnya. Hal ini mengembalikan rasa percaya dirinya. Namun, saat itu walaupun sangat terkejut dan bergembira atas kesempatan yang diperolehnya, dirinya belum bisa berbicara banyak di publik terkait hal tersebut.

Masa penantiannya berbuah hasil dan ketika dirinya resmi bergabung dengan para pebalap senior Moto GP, tak henti dirinya merasa sangat berterima kasih pada tim Petronas Sepang Racing Team Yamaha. Berkat tim tersebutlah Fabio merasakan bahwa dirinya sangat bersyukur diberikan kepercayaan besar untuk membela Yamaha dan berjanji akan melakukan yang terbaik.

Fabio menambahkan bahwa mimpinya seperti menjadi kenyataan ketika pertama kali mencoba motor barunya. Akan tetapi dirinya mengakui bahwa masih perlu waktu beradaptasi dengan motornya dan yakin seiring berjalannya waktu dirinya mampu untuk beradaptasi dengan motornya.

Fabio percaya akan kemampuan motor dan tim yang bersamanya. Di lain pihak dirinya  pun terus berusaha untuk bekerja keras. Satu hal yang dipastikannya bahwa dirinya sangat berambisi dan terus belajar dari masa lalu. Apa yang dihadapinya dahulu berupa tekanan – tekanan yang menderanya tidak akan dibiarkannya kembali mengganggu konsentrasinya. Fabio ingin menunjukkan pada semua orang apa yang dimilikinya pada usianya yang masih 19 tahun saat ini.