Isco Memang Dicintai Solari, Walaupun Ada Tapi-nya

Isco sangat jarang sekali dimainkan sejak Santiago Solari datang dan menjadi pelatih utama Real Madrid. Tapi, walaupun begitu bukan berarti Solari tak cinta dan menyukai Isco. Bahkan, malah sebaliknya.

Isco sendiri diharapkan Solari bisa ikut mengisi keksosongan yang telah ditinggalkan oleh Cristiano Ronaldo di tim pada musim panas kemarin. Tapi, ternyata, Isco justru malah tampil di bawah performa terbaiknya di musim ini saat dimainkan.

Isco memang baru membuat empat gol dan hanya satu assist saja dari 17 penampilannya di seluruh kompetisi di musim ini. Ia bahkan juga sempat absen untuk waktu yang cukup lama setelah melakukan operasi usus buntu beberapa waktu yang lalu.

Photo by Gonzalo Arroyo Moreno/Getty Images

Nasib Isco sendiri setelah kedatangan dari Solari pun menjadi semakin tak karuan karena dia justru lebih jarang dimainkan dibandingkan musim-musim sebelumnya tanpa kehadirannya. Ia dicatat oleh transfermarkt belum sekalipun menjadi starter di La Liga dan bahkan dua kali dicadangkan dan tak meninggalkan bench sama sekali.

Isco hanya tampil sekali sebagai starter di tim saat Madrid menelan kekalahan 0-3 dari CSKA Moskow di pertandingan terakhir fase grup Liga Champions lalu. Wajar saja, jika masa depan Isco akhirnya menjadi spekulasi dan muncul banyak rumor.

Berhubungan dengan status Isco saat ini, Santiago Solari berusaha meluruskan fakta bahwa dia nyatanya tak punya masalah sedikitpun dengan pemain tersebut. Tapi, Solari Cuma meminta untuk Isco tampil lebih bagus lagi saat ia memang diberi kesempatan untuk bermain.

“Saya mencintai Isco,” kata Solari. “Tapi, tugas saya adalah untuk memastikan bahwa setiap pemain dalam kondisi terbaiknya. Yang tidak, tentu saja tak akan masuk tim,” imbuhnya.

“Ini merupakan tugas yang sebenarnya tak dianggap dan juga sulit, untuk memilih mana yang akan bermain dan yang tidak.”

“Saya lihat Isco dan juga pemain lain bekerja dengan sangat antusias,” tutup Solari.

Apakah Isco akan dimainkan pada pertandingan Real Madrid di Puala Dunia Antarklub 2018 nanti? Atau ia masih akan tetap dicadangkan?