Usai Dikalahkan PSG, Begini Nasib Solskjaer Di MU

ole gunnar solskjaer

Paul Parker, seorang kolumnis sepak bola ternama sekaligus mantan pemain Manchster United, Queens Park Rangers, Fulham, dan wing-back timnas Inggris, menulis sebuah uraian panjang terkait dengan nasib Ole Gunnar Solskjaer bersama MU setelah hasil tak memuaskan yang diraihnya dalam pertandingan kontra PSG tengah pekan ini.

Paul menyebut bahwa kekalahan dari PSG tak lantas memupus apa yang sudah selama ini Solskjaer kerjakan di MU. Ia menilai bahwa sosok Slskjaer tetap layak dipermaenenkan United sebgai manajer tim.

“Ya, Manchester United kalah dari PSG. Tapi secara keseluruhan, ini sungguh awal yang baik bagi United di bawah kepemimpinan Ole Gunnar Solskjaer. Dia telah memenangkan 10 laga, dan 1 laga berakhir imbang, dan terakhir satu kekalahan di Liga Champions. Apakah United mampu meraih catatan itu jika bukan Solskjaer yang menanganinya? Tidak!” tulis Paul.

“Mereka (MU) bisa saja kalah sekali, tapi, yang paling penting, mereka mampu melewati sejumlah pertandingan dengan hebat dan terus menerus mencuri poin. Bukan sekadar tentang hasil, ini tentang cara bermain. Sebelumnya, mereka terus kehilangan poin dalam pertandingan yang seharusnya bisa mereka menangkan.”

Terkait dengan pertandingan kontra PSG sendiri, Paul menulis bahwa tim yang lebih baiklah yang menang. Tidak ada alasan untuk itu, tegasnya. Bahkan, katanya, meski tanpa Neymar dan Cavani, PSG tetap bermain sangat baik kemarin.

Selain itu, Paul juga mengatakan bahwa kita tak bisa menyalahkan Pogba atas kartu merah yang diterimanya. “United terperangkap dan mencoba untuk mencari pelanggaran sebelum akhirnya pemuda Perancis itulah yang melakukannya.”

Kembali pada soal Solskjaer, Paul meyakini bahwa sangat baik untuk untuk United mempermanenkan Solskjaer. Selain itu, Solskjaer pun masih memiliki waktu untuk menunjuuakn bahwa tak ada celah bagi Setan Merah untuk tidak memermanenkan dirinya.

“Seseoang yang baru datang dan dengan brilian membawa perubahan untuk segalanya. Kamu tak dapat mengelak dari hal itu. Kedatangannya menyegarkan semua hal. Namun, untuk memahami apa yang sudah Solskjaer lakukan di tim, 11 laga beruntun tak terkalahkan, kamu tidak hanya bisa bicara bahwa tidak penting siapa yang datang. Ini adalah tentang bagaimana dia memimpin tim, atitudnya dan bagaimana dia bersikap serta me-manage pemain,” kata Paul.

Tak sampai di situ, dengan nada satir, Paul juga menyinggung apa yang sempat Mourinho ucapkan.

“Jangan lupa, sebelum Mourinho pergi, dia pernah bilang bahwa menembus empat besar itu hampir seperti keajaiban belaka buat United. Dan sekarang (di bawah Solskjaer) United ada di 4 besar,” tandasnya.