5 Hal Yang Diprediksi Akan Terjadi Saat City Bertemu Chelsea

5 Hal Yang Diprediksi Akan Terjadi Saat City Bertemu Chelsea

Akhir pekan ini para penonton setia liga Inggris akan dihibur dengan pertemuan dua klub besar penghuni papan atas klasemen sementara dan bertabur bintang di Etihad Stadium. Laga ini juga akan menjadi pertemuan pertama antara mantan gelandang dunia Pep Guordiola dan Frank Lampard sebagai manajer.

Melansir Squawka, berikut ini 5 prediksi hal-hal yang akan terjadi saat Manchester City menjamu Chelsea.

Sergio Aguero akan mencetak gol

Chelsea merupakan lawan favorit bagi Sergio Aguero. Aguero mengantongi 10 gol dari 13 pertemuan sebelumnya melawan klub yang berbasis di London Barat tersebut. Dalam sejarah Premier League tak satupun pemain yang lebih produktif dibandingkan Aguero saat melawan Chelsea.

Fakta tambahan, delapan gol dihasilkannya dalam enam pertemuan terakhir termasuk hat-trick di awal tahun ini.

Kevin De Bruyne akan kembali berperan dalam terciptanya sebuah gol

Pada beberapa kesempatan dimana Aguero menghasilkan gol, ia terbantukan berkat assist dari Kevin De Bruyne – seorang creator yang tak terbantahkan di Premier League saat ini. Taka da satu pun pemain yang menciptakan peluang dari permainan terbuka sebanyak dirinya.

Terakhir kali saat City bertemu Liverpool, playmaker asal Belgia ini menciptakan tidak kurang dari tiga peluang dibandingkan siapa pun di lapangan. Jika saja salah satu peluang tersebut menghasilkan gol maka De Bruyne akan menyamai Cesc Fabregas (2014/15) dan Mesut Ozil (2015/16) sebagai pemain tercepat yang menciptakan 10 assist dalam sejarah liga.

Sejarah akan tercipta dari Kapten Amerika

Kehidupan Christian Pulisic di London Barat mulai berjalan tentatif. Pulisic menjadi satu-satunya pembelian Chelsea di musim panas ini sebelum adanya sanksi larangan transfer dari Fifa. Pulisic diturunkan di tiga laga sebelum akhirnya menjadi penghuni bangku cadangan di tiga laga beruntun.

Mantan pemain Borussia Dortmund ini kembali dipertanyakan saat ia diturunkan melawan Burnley bulan lalu, dimana keputusan Lampard tersebut perlahan akhirnya dibenarkan saat Pulisic mencatatkan hat-trick yang sempurna.

Catatan gol lainnya saat menjamu Watford dan Crystal Palace menjadikan Pulisic berada diambang sejarah – belum pernah sekalipun seorang pemain Amerika mencetak gol di empat laga berturut-turut di Premier League. Dan kami percaya ia akan menjadi yang pertama membuktikannya.

Torehan unik Chelsea akan segera berakhir

Seperti kata pepatah: penampilan itu sementara, kelas itu permanen. Menilik pada laga yang diikuti masing-masing tim beberapa minggu belakangan ini, sangat mudah untuk menunjuk tim mana yang sampai ke fase ini dengan tanpa hambatan berarti – Chelsea telah memenangkan lima laga terakhirnya di Premier League.

Hasil tersebut menempatkan Chelsea di posisi ketiga klasemen sementara dibawah Leicester City. Ini artinya untuk kelima kalinya selama sembilan musim terakhir Manchester City menghadapi Chelsea  dengan posisinya di klasemen sementara dibawah Chelsea.

Empat pertemuan terakhir Chelsea belum terkalahkan dengan dua kali imbang dan dua kemenangan. Namun melihat kemampuan pada anak asuh Pep Guardiola yang selalu mampu bangkit setelah terpuruk dan dua tim yang sedang sama-sama bertumbuh, mari kita antisipasi City mampu mengakhiri torehan bersih Chelsea kali ini.

Gol yang diharapkan

Lampard puas dengan hasil debutnya sebagai Manajer Chelsea walaupun menelan kekalahan dari United dengan 4-0. Di atas kertas hasil tersebut tentu bukan hasil yang membanggakan namun melihat pada kemampuan timnya membangkitkan semangat Lampard. Sejak kekalahan itu, Chelsea telah mencetak lima kemenangan.

Chelsea telah sukses mengantongi 18 gol, dengan rata-rata 3.6 gol per laga, membuat Chelsea menjadi tim Premier League paling produktif di laga tandang. Yang menarik, tim yang mencetak gol paling banyak di kandang sendiri adalah Manchester City dengan catatan 19 gol sepanjang 6 laga.

Tammy Abraham diharapkan mampu untuk menjebol gawang tuan rumah. Dari catatan 10 golnya, tiga gol dicetak saat menjadi tuan rumah, sedangkan sisanya dihasilkan di laga tandang.