Liga Champion : Beberapa Klub Terancam Sanksi UEFA

Liga Champion : Beberapa Klub Terancam Sanksi UEFA

Liga Champion telah memasuki fase grup yang mempertemukan 32 klub. Pekan ini telah dilangsungkan laga kedua dari enam laga yang dijadwalkan untuk tiap grupnya. Hari Selasa (01/10) dan Rabu (02/10) lalu waktu setempat total 16 laga telah digelar.

Pasca digelarnya keseluruhan laga untuk Matchday 2, UEFA melalui Komisi Kontrol, Etika dan Disipliner melakukan peninjauan kembali pada jalannya pertandingan. Dari hasil penyelidikan tersebut ditemukan beberapa klub telah melakukan pelanggaran.

Pelanggaran tersebut beragam mulai dari yang dilakukan oleh fans hingga pemain klub yang bersangkutan. Tentunya akan ada sanksi yang dikenakan jika terbukti adanya pelanggaran.

Dilansir dari en.as.com bahwasannya EUFA telah mengkonfirmasi pelanggaran yang dilakukan oleh Real Madrid dan Club Brugge. Kedua klub tersebut bertemu di matchday 2 pada Selasa lalu waktu setempat dan berakhir dengan kedudukan imbang 2 – 2.

Real Madrid diduga menunda jalannya kick-off saat menjamu Club Brugge di stadion Santiago Bernabeu. Hal ini diatur dalam Pasal 11 (2) Regulasi Kedisiplinan EUFA. Club Brugge pun bernasib serupa. Namun dengan tuntutan yang berbeda.

Club Brugge diduga melakukan pelanggaran Pasal 15 (1) setelah Rudy Vormer,dianggap mengeluarkan kata – kata bernada negatif yang ditujukan pada perangkat pertandingan.

Rudy Vormer sebelumnya mendapatkan pelarangan bermain di laga berikutnya akibat akumulasi kartu. Kemungkinan Vormer akan kembali menghadapi sanksi larangan bermain dari UEFA akibat perilakunya pada perangkat pertandingan.

Pertandingan berikutnya yang menjadi perhatian UEFA adalah pertandingan yang mempertemukan Olympiakos kontra Red Star Belgrade. Laga yang berakhir dengan kemenangan 3 – 1 Red Star Belgrade ini diduga terdapat beberapa pelanggaran dari kedua klub.

Olympiakos dianggap melakukan pelanggaran tatkala fans mereka membentangkan spanduk yang bermuatan hal ofensif. Dilansir dari foxsports.com, UEFA menilai pelanggaran tersebut sebagai bentuk perilaku rasis.

Tidak hanya itu, Olympiakos pun menghadapi tuduhan atas keterlambatan tim mereka di babak kedua. Sementara itu, sang lawan Red Star Belgrade pun tidak luput dari penyelidikan UEFA.

Menurut UEFA, klub asal Serbia tersebut akan dikenai denda untuk “perilaku tidak patut” dikarenakan lima pemain mereka terkena kartu kuning.

Klub asal Inggris, Manchester City dan lawannya Dinamo Zagreb pun turut masuk dalam radar UEFA. Kedua klub yang bertemu di Stadion Etihad pada matchday 2 lalu dianggap bersalah akibat ulah para suporternya.

Kedua suporter diduga melempar ke lapangan selain itu suporter Dinamo Zagreb pun turut diduga melakukan perusakan pada kursi – kursi stadion saat tim kebanggaanya menyerah kalah 0 – 2 dari Manchester City.

Akibat perusakan yang dilakukan oleh para suporternya, Dinamo Zagreb akan dikenakan sanksi denda dan harus membayar kompensasi.

Klub berikutnya yang mendapatkan perhatian dari UEFA adalah Liverpool dan Red Bull Salzburg. Liverpool dan Salzburg bertemu di stadion Anfield pada Rabu (03/10) lalu yang berakhir dengan kemenangan tipis Liverpool 4 – 3.

Suporter Liverpool beberapa kali menerobos masuk lapangan. Seperti dilansir dari sportstar.thehindu.com, kejadian pertama melibatkan sekelompok anak muda yang mengejar Andy Robertson demi mendapatkan jersey yang dikenakannya.

Tidak berhenti disitu, suporter Liverpool berikutnya kembali menerobos dan terpaksa dibawa paksa oleh para petugas. Peristiwa ini diduga melanggar Pasal 16 (2) Regulasi Kedisiplinan UEFA.

Di lain pihak, FC Salzburg pun diduga melakukan pelanggaran yang dilakukan oleh para suporternya. Suporter Salzburg melemparkan barang – barang selama jalannya pertandingan.

Dua klub terakhir yang masuk dalam penyelidikan UEFA adalah Borussia Dortmund dan Ajax. Suporter Borussia Dortmund dianggap melakukan perusakan pada stadion saat timnya melawan Slavia Prague. Ajax pun terkena tuduhan yang sama.

UEFA akan melakukan dengar pendapat pada 17 Oktober mendatang terkait berbagai pelanggaran yang diduga dilakukan oleh beberapa klub tersebut.