Performa Menurun, Ronaldo Akhiri Dominasi Di Puncak Top Skorer UCL 2018-2019

Kualitas Cristiano Ronaldo sebagai pencetak gol memang tidak bisa diragukan lagi, terbukti ia tercatat dalam sejarah liga champions sebagai pemain yang mengukir paling banyak gol di ajang tahunan tersebut. Dengan raihan 125 golnya rasanya sulit disalip Lionel Messi dalam beberapa tahun mendatang, Messi sendiri telah mencetak 108 gol sejak debutnya bersama Barcelona tahun 2004 silam.

Selama 6 musim berturut-turut, Ronaldo selalu menjadi pencetak gol terbanyak di liga champions. Bahkan raihan golnya setiap musim paling sedikit menyentuh angka 10 gol. Namun, di musim ini performa sang megabintang seolah menurun dengan hanya mencetak 6 gol saja. Musim ini menjadi ukiran gol paling sedikit di liga champions semenjak ia berseragam Manchester United.

Seiring insting mencetak golnya yang mulai menurun, sang rival abadi yaitu Lionel Messi mengambil alih posisi puncak top skorer UCL musim 2018-2019 dari Cristiano Ronaldo. Musim ini, la pulga telah mengemas 12 gol yang membuatnya meraih penghargaan sepatu emas. Penghargaan tersebut setidaknya menjadi penghibur bagi dirinya karena belum mampu membawa klubnya berjaya di liga champions.

Ada beberapa alasan pastinya yang membuat Ronaldo menjadi tidak subur lagi di kompetisi tahunan ini, padahal bisa dibilang UCL merupakan lumbung gol bagi dirinya saat masih berseragam Real Madrid. Apa saja alasan tersebut? simak penjelasan di bawah :

Faktor Klub

Faktor Klub Menjadi Alasan Menurunnya Kuantitas Gol Ronaldo di Liga Champions
Faktor Klub Menjadi Alasan Menurunnya Kuantitas Gol Ronaldo di Liga Champions

Ada anggapan klub selalu lebih besar daripada pemain, hal tersebut benar adanya. Seperti kasus Ronaldo, Ia mampu tampil baik jika klub yang ia bela memberi dukungan maksimal. Sewaktu bersama Madrid, banyak pemain yang selalu mensuplai Ronaldo dengan umpan-umpan manis sehingga ia tidak begitu kesulitan dalam mencetak gol.

Itu yang tidak ia dapat saat berseragam Juventus, di beberapa laga yang ia lakoni bersama si nyonya tua, terlihat CR7 seperti bermain sendiri kurang mendapat operan matang dari pemain lain. Mungkin ini baru musim pertamanya jadi wajar saja jika ia masih menyesuaikan diri dengan pemain lain.

Usia Yang Sudah Tidak Lagi Muda

Tidak bisa dipungkiri memang, usia sangat mempengaruhi stamina para atlet olahraga. Tidak heran sudah banyak pemain yang mengundurkan diri dari dunia rumput hijau padahal usianya masih menginjak kepala tiga. Begitupun yang dialami Cristiano Ronaldo, meskipun menurut analisis ketahanan tubuh sang pemain masih seperti orang yang baru berusia 23 tahun namun tetap saja usia tidak bisa bohong.

Tahun ini Ronaldo telah genap berusia 34 tahun, dimana usia tersebut telah melewati masa emas pemain sepakbola. Hal tersebut ditandai dengan penurunan daya juang sang pemain, jika di dua sampai tiga musim lalu Ronaldo masih sering membawa bola sampai ke kotak penalti, namun saat ini ia lebih banyak membagi bola kepada rekannya. Hal tersebut menjadi penanda jika staminanya sudah mulai berkurang.

Akankah di musim depan Cristiano Ronaldo kembali menunjukkan keeksistensiannya di liga champions, atau justru sang rival melaju tak tertahankan.