Tyson Fury Syaratkan Gelar Diamond WBC Untuk Melawan Dillian Whyte

Tyson Fury Syaratkan Gelar Diamond WBC Untuk Melawan Dillian Whyte

Tyson Fury melalu sosial medianya merespon permintaan Presiden WBC, Mauricio Sulaiman. Mauricio Sulaiman meminta Fury untuk melawan Dillian Whyte dalam rangka perebutan gelar kelas heavyweight WBC.

Fury menanggapi permintaan Sulaiman dengan memberinya syarat. Fury menyebutkan gelar Diamond WBC sebagai syarat untuk meladeni Dillian Whyte di atas ring nantinya. Bukannya gelar interim seperti yang semula ditawarkan oleh WBC.

“Saya hanya ingin memberikan pesan special untuk WBC, yang telah mendukung kembalinya saya ke atas ring dan telah sangat adil pada saya selama ini. Saya baru – baru ini mengetahui tentang keinginan WBC untuk mempertemukan saya dengan Dillian Whyte dalam rangka perebutan gelar interim. Atas hal tersebut saya sangat berterimakasih.” Ujar Tyson Fury

“Saya menginginkan pertemuan dengan Dillian Whyte untuk memperebutkan gelar Diamond WBC dan bukannya gelar interim. Saya akan mengalahkannya dalam enam ronde. WBC, pastikan laga ini untuk perebutan Diamond WBC dan kalian akan dapatkan persetujuanku.”

Pihak WBC tampaknya memikirkan syarat yang diajukan Fury. Dikabarkan WBC tengah berencana mengadakan pertemuan Dewan Gubernur untuk membicarakan mengenai keinginan Tyson Fury.

Pemenang duel antara Fury kontra Whyte nantinya akan menjadi pertandingan mandatory WBC bagi juara kelas heavyweight WBC, Deontay Wilder. Sebenarnya ada hal yang sulit untuk dimengerti dalam hal ini.

Jika Fury akhirnya bertemu dengan Whyte nantinya, bukan tidak mungkin akan ada kesempatan baginya untuk memenangkan laga tersebut. Jika dirinya menang maka bisa dipastikan Ia akan bertemu dengan Deontay Wilder. Masalahnya Fury sebelumnya telah menolak agenda pertemuan mereka yang rencananya akan digelar pada 18 Mei nanti.

Pada kenyataannya, Fury tetap akan bertemu Wilder nantinya dalam rangka partai rematch. Wilder memang menginginkan partai tersebut. Pihak WBC pun menyetujuinya. Untuk apa Fury susah payah meladeni Whyte diawal jika pada akhirnya Fury akan bertemu dengan Wilder di partai rematch.

Besar kemungkinan alasan Fury adalah gelar Diamond WBC tersebut. Seperti yang diutarakannya melalui sosial medianya. Lewat sosial medianya Fury memang tampaknya sangat mengharapkan gelar tersebut.

Tidak salah jika Fury berpikir demikian. Pasalnya gelar Diamond WBC bukan gelar yang sepele.  Gelar yang pertama kali ada pada September 2009 ini diperuntukkan sebagai gelar bagi “Juara Kehormatan”. Gelar ini hanya diberikan pada petinju – petinju terpilih. Singkatnya gelar ini hanya diperebutkan dalam laga yang melibatkan petinju – petinju elit dan terpilih.

Laga Fury melawan Whyte memang bukan laga sembarangan. Keduanya adalah petinju yang berbakat. Tapi cukup sulit untuk menganggap partai Fury kontra Whyte pantas untuk diganjar gelar Diamond WBC. Partai tersebut belum bisa dikatakan sebagai partai yang bersejarah.

Sementara itu dari pihak manajemen Fury sendiri, Top Rank, tampaknya belum bisa memastikan apakah Fury akan melawan Whyte atau tidak. Fury sudah terjadwal melakoni dua laga pada bulan Juni dan September nanti. Walaupun laganya di bulan September belum dipastikan akan melawan siapa.

Dengan kondisi jadwal laga yang berdekatan seperti itu, Top Rank cukup khawatir dengan kemungkinan pertemuan Fury kontra Whyte. Top Rank tidak ingin mengambil resiko jika Fury kalah melawan Whyte sebelum bertemu Wilder dan Anthony Joshua nantinya.

Jika Fury kalah melawan Whyte sebelum bertemu Wilder di partai rematch dan Joshua, hal tersebut ditakutkan akan berdampak pada antusiasme para penonton untuk menyaksikan laga Fury kontra Wilder dan Joshua.