Perjuangan Karono dan Bening Terhenti di Babak Kualifikasi Orleans Masters 2019

Karono dan Bening Sri Rahayu merupakan salah satu wakil Indonesia yang harus melalui babak kualifikasi Orleans Masters 2019. Di babak kualifikasi keduanya terlebih dahulu menjalani dua kali pertandingan untuk dapat lolos ke babak utama turnamen. Karono berada pada sektor tunggal putra sedangkan Bening Sri Rahayu adalah wakil sektor tunggal putri.

Pada pertandingan babak kualifikasi yang digelar Selasa (19/03/2019) waktu setempat, Karono berhasil memenangkan pertandingan kualifikasi pertama melawan pemain asal Rusia, Pavel Kotsarenko dengan dua set langsung. Namun pada pertandingan kualifikasi kedua langkah Karono harus terhenti di tangan pemain asal Cina Taipei, Chen Chi Ting, dengan skor 21 – 17, 21 – 9.

Penampilan Karono pada babak kualifikasi kedua jauh menurun dibandingkan saat dirinya melawan pemain asal Rusia sebelumnya. Di babak kualifikasi kedua, Karono tidak bisa mengembangkan permainan apalagi di set kedua. Set pertama Karono masih sempat memimpin skor di menit – menit awal dengan 4 – 0. Namun kemudian lawan seperti bangkit dan mengejar ketertinggalan poin sementara Karono stagnan. Sempat kejar – mengejar angka namun pada akhirnya Karono tidak mampu mengimbangi permainan lawan dan tertinggal hingga menyerah kalah di poin 21 – 17.

Di set kedua permainan semakin dikuasai oleh lawan. Karono sendiri tampak tertekan dan tidak bisa keluar dari pola permainan yang dipaksakan lawan. Skor lawan jauh meninggalkan Karono yang bahkan tidak bisa mengoleksi poin dua digit. Karono pun kalah dengan skor 21 – 9.

Nasib yang sama berlaku pada wakil tunggal putri di babak kualifikasi, Bening Sri Rahayu. Pada babak kualifikasi pertama Bening mampu untuk mengakhiri pertandingan dengan dua set langsung melawan pemain asal Hungaria, Daniella Gonda.

Pada kualifikasi babak pertama permainan Bening sangat baik. Lawan yang baru pertama kali ditemuinya tidak mampu mengejar poin. Bening selalu berusaha menciptakan jarak poin yang cukup signifikan agar tidak terkejar dengan mudah. Hanya beberapa kali keduanya berada pada poin yang sama. Selebihnya Bening yang memimpin perolehan poin. Set pertama ditutup Bening dengan skor 21 – 15.

Set kedua kebalikannya. Poin Bening selalu tertinggal oleh lawan. Mulai dari awal permainan Bening selalu gagal menyamakan poin. Namun pada akhir permainan Bening tampaknya mulai berusaha mengejar poin lawan dan akhirnya berhasil menang dengan skor 21 – 18.

Di babak kualifikasi kedua sayangnya Bening harus menyerah kalah dari pemain asal Perancis, Marie Batomene. Bening semula mampu memimpin perolehan angka di awal permainan set pertama. Ketika keduanya sama – sama mencetak angka 8, tukar – menukar poin pun terjadi. Bening gagal mempertahankan pola permainannya yang cukup baik seperti di set awal. Lawan menutup set pertama dengan skor 21 – 18.

Set kedua permainan hampir tidak berbeda jauh dari set pertama. Di awal Bening berhasil memimpin perolehan angka. Namun kemudian berhasil terkejar dan tidak mampu memberikan perlawanan yang cukup berarti. Hingga waktu terakhir set kedua Bening kembali bangkit dan terus mengejar poin lawan tetapi lawan masih terlalu tangguh untuk dikalahkan. Bening harus merelakan kesempatan ke babak utama dan kalah dengan skor 21 – 18, 22 – 20.