Tunggal Putri Gagal Total di Indonesia Master 2019

Fitriani adalah tunggal putri Indonesia terakhir yang bertanding melawan Saina Nehwal yang berasal dari India, secara pengalaman Saina Nehwal lebih diunggulkan dan dalam pertandingan memang Saina sangat mendominasi. Perlawanan sengit terus dilakukan Fitriani agar bisa meladeni permainan cantik dari Saina dan di awal-awal pertandingan permainan berjalan sangat seru.

Set pertama berakhir dengan kedudukan 17-21 untuk kemenangan Saina, walaupun skor kemenangan berjarak 4 poin tapi perlawanan Fitria di awal set sangatlah membuat penonton bergemuruh. Poin memang berjalan sangatlah ketat, karena Fitria tak mau mengecewakan para penonton yang datang ke Istora untuk mendukungnya. Namun sayangnya pada poin-poin akhir Fitria memang hilang fokus dan secara fisikpun Saina memang terlihat lebih siap menatap pertandingan.

Set kedua berakhir dengan kedudukan 15-21 dan di set ini Saina sangat mendominasi pertandingan. Secara fisik terlihat Fitria sangat kewalahan meladeni Saina yang bermain cepat dan kerja keras yang dilakukan Fitria tak kunjung menghasilkan kemenangan. Para penonton terus bersuara mendukung Fitria agar bisa bangkit dan bisa membalikkan keadaan, namun keberuntungan belum berpihak para Fitria sampai akhir pertandingan.

Fitria menjadi tunggal putri Indonesia yang sangat diharapkan untuk lolos, karena rekan seperjuangannya di tunggal putri sudah kalah terlebih dahulu yaitu Gregoria Mariska Tunjung dan Ruselli Hartawan. Tunggal putri memang sudah lama tak memberikan persembahan gelar terbaik bagi Indonesia di berbagai ajang bergensi, hal ini membuat para penggemar bulutangkis merindukan prestasi yang diraih oleh para atlet tunggal putri.

Pertandingan yang berlangsung pada hari Kamis tanggal 24 Januari 2019 di Istora Senayan memang dipenuhi oleh penonton yang ingin menyaksikan para pejuang bulutangkis asal Indonesia dan kegagalah tunggal putri ini menambah catatan buruk bagi skuad Indonesia di ajang kejuaraan bulutangkis dunia. Sudah sejak lama Indonesia memang kehilangan pebulutangkis tunggal putri yang memiliki banyak prestasi seperti halnya Susi Susanti dan Fitria menjadi salah satu harapan Indonesia untuk melanjutkan citra hebat dari para pebulutangkis putri.

Ada berbagai catatan penting yang harus di evaluasi mengenai seluruh atlet tunggal putri yang berlaga dan salah satu faktor yang harus diperbaiki adalah faktor stamina. Fisik yang prima seharusnya dimiliki oleh para atlet, karena kalo secara teknik bermain para atlet Indonesia tak kalah bagus dari para atlet asal luar negeri. Bahkan sampai saat ini Indonesia masih menjadi salah satu negera kuat dalam olahraga bulutangkis dan banyak sekali mantan pemain asal Indonesia yang direkrut oleh luar negeri untuk melatih para atletnya.

Itulah ulasan singkap mengenai berbagai hal yang berkaitan dengan Tunggal putri gagal di Indonesia Master 2019. Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi para pembacanya dan dapat dijadikan referensi terbaik dalam mengetahui info terbaru tentang bulutangkis.