BWF dan World Taekwondo Untuk Kemanusiaan

Tiga organisasi yaitu Federasi Bulutangkis Dunia (BWF), World Taekwondo (WT) dan Taekwondo Humanitarian Foundation (THF) bekerjasama untuk kemanusiaan. Ketiga organisasi ini telah menandatangani  sebuah kesepakatan pada 14 Januari 19 lalu. Pada pertemuan tersebut hadir Poul Erik Hoyer (Presiden BWF), Dr. Chungwo Choue (Presiden WT) serta Roger Piarulli (direktur THF).

Bulutangkis atau badminton merupakan olahraga yang bisa dilakukan oleh semua kalangan, mulai dari anak-anak, remaja, dewasa hingga lanjut usia. BWF sangat senang dapat berpartisipasi untuk mendukung kegiatan kemanusiaan, pembangunan dan perdamaian sosial di dunia lewat olahraga di Yordania. BWF dan WT berkerjasama untuk menyiapkan olah fisik dan berbagai kegiatan lain untuk anak-anak dan remaja di tempat pengungsian.

Berbagai jenis olahraga dan permainan yang seru sudah dipersiapkan untuk menghibur orang-orang di pengungsian. WT dan THF sudah memiliki akademi taekwondo di Yordania yang diberi nama Azraq Taekwondo Academy. Oleh sebab itu mereka menginginkan organisasi seperti BWF untuk memberikan sesuatu yang bermanfaat di pengungsian tersebut. Bahkan, di akademi taekwondo baru-baru ini dipasang rumput buatan yang bisa dipakai untuk bermain bulutangkis, sepak bola maupun kegiatan lain untuk setiap anak dan remaja yang biasanya datang setiap hari.

Melihat gambaran tersebut, tentunya akan lebih baik jika bekerjasama untuk berbagi visi dan misi yang sama sehingga dapat memberikan dampak yang besar bagi dunia. Presiden BWF Hoyer mengatakan bahwa kerjasama federasi olahraga atas nama kemanusiaan merupakan hal yang positif dan harus dikembangkan. Beliau berharap kerjasama dalam misi kemanusiaan dan pembangunan akan meningkat dan menjadi inisiatif bagi organisasi lain pada tahun-tahun mendatang.

Setelah penandatanganan kontrak berlangsung, Dr. Choue mengatakan bahwa motto taekwondo sendiri adalah “perdamaian lebih berharga dari kemenangan”. Dan ia sangat bersemangat bekerjasama dengan BWF dalam kegiatan kemanusiaan, perdamaian, dan pembangunan global. Beliau juga memiliki visi jangka panjang untuk mengatakan kepada federasi internasional lain bahwa olahraga dapat menjadi jembatan untuk menyatukan perdamaian dunia.