Mengejutkan, Ajax Mengalahkan Real Madrid 4-1

Untuk pertama kalinya dalam 22 tahun terakhir, Ajax lolos ke babak 8 besar Liga Champion. Kemenangan yang diraih pun bukan dari pertandingan melawan klub ecek-ecek melainkan juara Liga Champion 13 kali, Real Madrid. Kemenangan ini menjadi kemenangan besar yang mengejutkan banyak pihak pasalnya pertandingan dihelat di stadion kebesaran Madrid, Santiago Barnebeau.

Dengan bermodalkan kekalahan 2-1 pada leg pertama, Ajax bermain agresif untuk bisa mengejar agregat gol. Tetapi faktanya, mereka harus menerima tekanan Madrid di awal pertandingan yang memang tampil percaya diri karena telah menang 2-1 di Amsterdam. Anak asuhan Erik ten Hag pun dapat melepaskan diri dari tekanan dan tampil seperti kesurupan, unggul 2-0 dalam kurun waktu hanya 18 menit! Gol-gol Ajax diciptakan oleh Hakim Ziyech dan David Neres.

Dusan Tadic yang ikut berperan dalam dua gol pertama Ajax pun kemudian turut menyumbangkan gol ketiga untuk Ajax. Gol Tadic sempat menjadi kontroversi dan harus menunggu lama sebelum wasit mengesahkan gol tersebut. Madrid sempat membangkitkan harapan lewat gol Marco Asensio 20 menit sebelum laga usai. Tetapi gol tersebut dibalas dengan cepat oleh Lasse Schone lewat tendangan bebas dan membuat Ajax Amsterdam unggul 4-1.

Gareth Bale yang dibangkucadangkan oleh pelatih, Santiago Solari sempat bermain menggantikan Lucas Vazquez yang cedera pada menit ke-29. Permainan Real Madrid tampak rapuh tanpa kehadiran sang kapten Sergio Ramos yang dihukum dua laga karena menerima akumulasi kartu yang diterimanya pada leg pertama.

Pertandingan ini pun tampak seperti pertunjukan kebolehan para pemain muda Ajax yang bertanding seperti tanpa beban dan tanpa takut menghadapi raksasa Spanyol itu. Sepertinya memang kualitas mental semacam itulah yang bisa membuat mereka akhirnya merasakan babak kuarter final liga Champion.

Ajax bermain dengan 6 pemain baru berumur 22 tahun dan di bawahnya.  Hal ini menjadi kemenangan luar biasa dari para pemain muda tersebut. Namun demikian, Ajax pun akan menghadapi masalah ketika pemain mudanya diincar klub-klub besar di masa mendatang.

Musim ini akan menjadi musim yang berat untuk real Madrid. Setelah tiga tahun dominasinya di Liga Champion, mereka harus tersingkir lebih awal dengan cara yang menyakitkan. Di La Liga mereka masih berada di peringkat ketiga di bawah Barcelona dan Atletico Madrid dengan jarak 12 poin dari peringkat pertama. Apakah ini akan menjadi akhir dari era Real Madrid di Eropa?