Kesalahan Dalam Melakukan Start Jongkok

Start jongkok adalah salah satu gerakan dalam nomor lari di atletik. Start jongkok sendiri terdiri dari 3 bagian utama yang wajib diketahui oleh setiap atlet lari, baik lari jarak pendek, menengah, maupun jauh. Untuk bisa menyempurnakan gerakan start jongkok, atlet juga harus mengetahui kesalahan apa saja yang mungkin terjadi dalam start jongkok. Untuk lebih memahaminya, berikut ini adalah beberapa kesalahan dalam start jongkok:

Posisi kaki salah

Kesalahan yang sering terjadi dalam start jongkok adalah posisi kaki yang salah. Dalam melakuan start jongkok, atlet harus mematuhi cara memposisikan kaki sesuai dengan tekniknya. Posisi yang benar dalam start jongkok adalah salah satu kaki harus berada di belakang kaki lain. Letak tungkai kaki belakang juga harus sejajar dengan ujung jari kaki depan.

Panggul terlalu tinggi

Ketika melakukan gerakan start jongkok yang kedua, yakni pada saat aba-aba ‘siap’, panggul yang diangkat terlalu tinggi menyebabkan berkurangnya dorongan kaki untuk memulai start. Maka dari itu, ketika melakukan gerakan kedua ini sebaiknya angkat panggul dengan posisi yang sesuai dengan cara membuat sudut 110 atau 120 derajat dengan menggunakan kaki belakang dan kaki depan dibentuk dengan sudut 90 derajat.

Dengan posisi yang tepat seperti itu, panggul juga akan berada dalam posisi yang sesuai Gerakan dorong yang dihasilkan oleh kaki belakang juga tidak akan terhambat sehingga gerakan lari pada awalan akan lebih maksimal.

Leher terlalu tegang

Kesalahan lain dalam start jongkok adalah leher yang terlalu tegang. Leher yang terlalu tegang menyebabkan atlet sulit melakukan gerakan start jongkok. Sebagaimana diketahui, start jongkok harus dilakukan dengan tubuh yang fleksibel. Jika leher terlalu tegang, maka akan sulit untuk melakukan gerakan ini, terutama pada bagian gerakan ketiga.

Sebaiknya rilekskan diri terlebih dahulu sebelum melakukan gerakan start jongkok. Atlet juga dianjurkan melakukan pemanasan yang cukup sehingga tidak terjadi cedera saat bertanding.

Terlalu cepat tegak

Pada saat melakukan gerakan ketiga ketika aba-aba ‘ya’ atau pistol telah ditembakkan, atlet yang terlalu cepat menegakkan badan juga merupakan kesalahan dalam start jongkok. Atlet seharusnya berlari dengan tubuh condong ke depan terlebih dahulu barulah perlahan menegakkan badan. Jika terlalu cepat menegakkan badan, maka atlet akan melompat barulah berlari.

Itulah beberapa kesalahan dalam melakukan gerakan start jongkok. Demikianlah artikel yang singkat ini. Semoga bermanfaat bagi kita semua.