Mengenal Jalan Cepat Dalam Cabang Olahraga Atletik

Cabang olahraga atletik memiliki banyak nomor di dalamnya. Mulai dari jalan, lari, dan lempar. Dalam nomor jalan, hanya terdapat satu macam saja, yakni jalan cepat. Jalan cepat sering dipertandingkan dalam berbagai acara dan biasanya tidak harus diikuti hanya atlet saja.

Jalan cepat dilakukan di jalan raya yang ditutup aksesnya agar pertandingan dapat berjalan dengan baik. Untuk jalan cepat, panjang lintasan atau jalan yang harus dilalui oleh para peserta berbeda-beda sesuai dengan jenis kelamin. Untuk putra, biasanya jarak yang ditempuh dalam jalan cepat adalah 20 km dan 50 km. Sedangkan untuk putri, jarak yang ditempuh adalah 10 km dan 20 km.

Jalan cepat berbeda dengan lari. Jalan cepat mengharuskan seseorang berjalan secepat mungkin dengan kaki yang sepenuhnya menapak ke tanah. Dalam berlari, tapak kaki tidak harus menyentuh tanah, sedangkan ketika berjalan cepat, seluruh bagian telapak kaki harus menyentuh tanah agar sesuai dengan peraturan yang diberlakukan dalam pertandingan jalan cepat.

Peserta jalan cepat harus memastikan ia berjalan dengan menyentuh tanah sepenuhnya agar tidak didiskualifikasi. Begitu pula dengan posisi tungkai kaki saat menginjak ke tanah. Tungkai kaki harus tegak lurus dan tidak boleh bengkok. Kaki yang bengkok justru membuat jalan cepat menjadi seperti lari.

Berbeda dengan lari, jalan cepat memiliki awalan yang dilakukan dengan menggunakan start berdiri. Ketika wasit memberikan aba-aba ‘bersedia’, maka peserta harus berdiri di belakang garis start dengan tegak. Kemudian ketika aba-aba ‘siap’, maka posisi salah satu kaki harus berada di belakang dalam kondisi lurus, sedangkan kaki yang ada di depan agak sedikit ditekuk.

Fokuskan pandangan ke depan dengan kedua tangan berada di samping bersiap untuk berjalan. Dan ketika aba-aba ‘ya’ telah diberikan, beri tolakan dengan menggunakan kaki belakang dan berjalan secepat mungkin. Ayunan tangan saat berjalan juga akan membantu meningkatkan kecepatan.

Berbeda dengan lari, ketika mendekati garis finish, peserta harus melambatkan kecepatannya. Hal ini dilakukan guna mencegah kaki menjadi sakit atau kram akibat tiba-tiba berhenti setelah berjalan dengan cepat. Meskipun diberi nama jalan cepat, namun olahraga ini juga memiliki resiko cedera sehingga tetap membutuhkan pemanasan dalam pelaksanaannya.

Demikianlah penjelasan singkat mengenai jalan cepat dalam atletik. Semoga artikel yang singkat ini bermanfaat bagi Anda semua.