8 Renang Gaya Bebas yang Salah dan Cara Memperbaikinya

Sepintas memang kita dapat mengira atau menganggap bahwa teknik renang gaya bebas adalah yang paling mudah ketimbang teknik renang gaya lainnya. Hanya saja, renang gaya bebas pun tetap ada tekniknya sehingga bila gerakan yang kurang tepat sedikit saja, ada berbagai macam akibat. Cepat lelah dan kehabisan napas adalah efek buruknya, maka ketahui renang gaya bebas yang salah berikut cara untuk memperbaikinya berikut ini.

  1. Menahan Napas

Kesalahan yang terjadi sebagai yang paling umum adalah perenang justru menahan napas sewaktu berenang dengan gaya bebas. Kita tak akan mampu mengambil napas sepenuhnya saat mengeluarkan kepala dari dalam air apabila kita tak mengeluarkan napas secara total sewaktu kepala ada di dalam air. Inilah yang menjadikan napas lebih pendek.

Cara Memperbaiki: Tetap jaga postur tubuh yang baik dan jangan merotasikan tubuh hanya untuk bernapas, bahkan kepala pun jangan diangkat untuk bernapas. Namun hembuskan nafas secara keras saat kepala diarahkan ke samping dan sewaktu mulut sudah kosong, langsung ambil napas sambil mengembalikan posisi kepala ke dalam air.

  1. Melakukan Tendangan Secara Berlebihan dan Menekuk Lutut

Kaki kita dapat menjadi bagian yang menguntungkan tapi juga dapat menjadi masalah besar dengan gerakan yang salah sewaktu melakukan gaya bebas. Menekuk lutut serta melakukan tendangan yang terlalu sering adalah dua kesalahan umum yang tanpa sadar kaki kita lakukan.

Tubuh otomatis akan terseret dan mengalami resistansi ketika dua kesalahan tersebut dilakukan. Tendangan terlalu banyak hanya akan membuat kita sulit untuk masuk ke dalam air dan hanya akan membuat tubuh lelah sendiri, terlebih bila kita tak mampu mengontrol tendangan.

Cara Memperbaiki: Pastikan untuk melakukan tendangan kecil dan cepat yang selaras dengan gerakan lengan tanpa menimbulkan cipratan besar pada air dan dilakukan secara konsisten. Bahkan lutut pun tak diperkenankan untuk ditekuk, karena yang benar adalah kaki harus tetap dalam keadaan lurus. Tendangan bukan berasal dari lutut melainkan dari pinggang di mana ini juga menjadi cara berenang lebih cepat serta efisien.

  1. Gerakan Putaran Tanpa Putaran Bahu dan Pinggang

Beberapa perenang pemula, terlebih yang mempelajari teknik renang gaya katak lebih dulu akan melakukan kesalahan umum satu ini. Poin dari kesalahan ini adalah gerakan tangan berada pada bagian permukaan air dan malah seperti gerakan menyeret air sehingga kelihatan kurang nyaman. Gerakan pun juga seringkali difokuskan hanya pada putaran lengan yang padahal juga membutuhkan putaran yang berpusat di pinggang.

Cara Memperbaiki: Untuk melakukan putaran tangan, pinggang dan bahu juga perlu disertakan untuk memutar hanya dalam sebuah gerakan. Hal ini bertujuan supaya kita mampu memperoleh jangkauan maksimal dan mampu membuat kita lebih mudah dalam menggerakkan tangan. Dengan cara ini juga kepala akan mudah ditolehkan sewaktu bernapas.

  1. Pandangan ke Depan Tegak Lurus

Perenang juga pada umumnya melakukan kesalahan pada arah pandangan di mana pada umumnya kesalahan terjadi dengan ciri-ciri bagian kaki dan pinggang berada dalam kondisi tenggelam di saat renang.

Cara Memperbaiki: Pandangan tegak lurus ke depan bukanlah posisi yang benar karena posisi tulang leher harus tetap terjaga lurus yang disejajarkan dengan tulang punggung. Artinya, posisi muka bisa dihadapkan ke bawah agar pinggang dan kaki pun bisa ada di permukaan air yang kalau dilihat akan sejajar dengan kepala. Kaki dan pinggang dapat seketika tenggelam sewaktu kepala kita angkat untuk melihat ke depan, selain itu efeknya pun bakal memengaruhi leher sehingga otot leher menjadi mudah lelah.

  • Kepala Ditahan di Atas Air dan Suka Menengok Kanan Kiri
  • Gerakan seperti ini umumnya dilakukan oleh para anggota tim polo air, namun perenang gaya bebas pun kerap melakukannya sehingga dianggap sebagai salah satu kesalahan. Untuk perenang yang suka melakukan hal ini biasanya akan mudah lelah sehingga tak mampu berenang terlalu jauh dan lama.

    Cara Memperbaiki: Posisi kepala yang benar adalah menghadap ke bawah alias di dalam air kecuali sewaktu proses pengambilan napas. Tubuh akan menjadi tertekan bagian bawahnya dan pada akhirnya tenggelam karena makin banyaknya anggota tubuh malah ada di permukaan air.

    Supaya kepala tidak perlu di atas air serta menengok kanan kiri, pakailah kacamata khusus renang yang bertujuan meningkatkan kenyamanan selama di dalam air. Cara memilih kacamata renang yang baik bisa diperhatikan agar mampu mendapatkan kacamata renang terbaik.


    1. Mengambil Napas dengan Mengangkat Kepala sambil Melihat ke Depan

    Kesalahan umum berikutnya memang tampak paling wajar karena ini adalah reaksi spontan yang cenderung dialami oleh para perenang dengan mengangkat kepala sewaktu hendak bernapas. Sama seperti poin yang telah disebutkan sebelumnya, kepala diangkat maka anggota tubuh bagian bawah otomatis makin ke bawah alias tenggelam.

    Cara Memperbaiki: Pada gaya bebas, pernapasan bisa dilakukan melalui pemutaran tubuh bagian atas, yakni melibatkan leher, bahu dan pinggang pada waktu yang sama. Intinya, bukan kepala perlu diangkat, melainkan kepala perlu menengok sehingga tubuh bisa berada stabil dengan posisi satu garis lurus di permukaan air. Tahanlah satu telinga untuk ada di dalam air untuk memastikan kepala tak terangkat sewaktu melakukan proses bernapas.

    Itulah 8 renang gaya bebas yang salah pada umumnya sekaligus informasi mengenai cara memperbaiki kesalahan tersebut. Agar tak merugikan tubuh kita sendiri, mulailah sadari akan kesalahan gerakan renang gaya bebas Anda dan perbaikilah.