Sarana dan Prasarana Lari Gawang

Lari gawang adalah salah satu nomor lari dalam atletik. Lari gawang dilakukan dengan berlari di atas sebuah lintasan yang mana setiap atlet diharuskan melompat melewati rintangan saat berlari hingga menuju ke finish. Dalam lari gawang, terdapat beberapa sarana dan prasarana yang digunakan. Untuk lebih memahaminya, berikut ini adalah beberapa sarana dan prasarana dalam lari gawang:

Lintasan

Lintasan lari tentu merupakan prasarana paling penting dalam lari gawang. Lintasan yang digunakan dalam lari gawang adalah 100 meter untuk putri dan 110 meter untuk putra. Untuk lari gawang putri dan putra ada juga yang lintasannya sepanjang 400 meter. Lintasan dalam lari gawang terdiri dari lintasan lurus dan lintasan kelokan.

Palang gawang

Sesuai dengan namanya lari gawang, tentu membutuhkan palang gawang sebagai rintangan yang akan dilewati. Dalam lari gawang, jumlah palang gawang yang diperlukan tidak cukup hanya satu buah saja, melainkan minimal harus ada 80 palang gawang dalam lintasan.

Lebar palang gawang biasanya adalah sekitar 1,20 meter. Sedangkan panjang pada besi penyanggah di bawahnya adalah sekitar 70 cm. Untuk beratnya sendiri tidak boleh lebih dari 10 kg. Tinggi dari palang gawang berbeda pada setiap nomornya.

Untuk lari gawang pada nomor putra dengan panjang lintasan 110 meter, tinggi palang gawang adalah 1,076 meter. Untuk lari gawang pada nomor putri dengan panjang lintasan 100 meter, tinggi palang gawang adalah 0,838 meter. Sedangkan pada lari gawang 400 meter untuk putra, tinggi palang gawang adalah 0,914 meter dan 0,762 untuk putri.

Palang gawang dicat dengan warna hitam putih dengan ketentuan hitam selebar 22,5 cm dan harus putih pada bagian tepi palang gawang. Ujung palang gawang juga dibuat bulat dan tidak tajam dengan lebar palang kayu pada bagian atas sebesar 7 cm dan ketebalan 2 cm.

Sepatu

Sarana penting dalam lari gawang adalah sepatu. Sepatu lari yang digunakan dalam lari gawang haruslah memenuhi standar yang telah ditentukan. Hal ini bertujuan untuk mencegah terjadinya cedera selama pertandingan berlangsung.

Gunakan sepatu yang nyaman dan mampu membuat kaki tetap bernafas dengan baik. Hal ini bertujuan agar pelari tidak mudah mengalami kelelahan. Perhatikan pula bagian bawah sepatu yang harus bisa mencengkeram lintasan saat melakukan lompatan sehingga pelari tidak mudah tergelincir saat melompat.

Itulah sarana dan prasarana yang diperlukan dalam lari gawang. Namun keberhasilan dalam lari gawang bukan ditentukan oleh kualitas sarana dan prasarana saja, melainkan kemampuan dari pelari itu sendiri.