4 Perbedaan Gaya Dalam Lompat Tinggi yang Perlu Diketahui

Lompat tinggi dalam cabang olahraga atletik merupakan salah satu cabang olahraga yang memiliki banyak jenis. Dalam setiap jenis tersebut, terdapat perbedaan yang mencolok dan menjadi ciri khas masing-masing, yakni pada tata cara pelaksanaan atau gayanya. Untuk lebih memudahkan dalam memahaminya, berikut ini adalah perbedaan gaya dalam lompat tinggi,

Gaya fosburry flop

Gaya fosburry flop memiliki keunikan dibandingkan dengan cara melakukan gaya lompat tinggi lainnya. Dalam pelaksanaan lompat tinggi gaya fosburry flop, atlet akan mendarat di matras dengan kondisi telentang. Gerakan inilah yang membuat lompat tinggi gaya fosburry flop begitu berbeda.

Ketika berada di atas mistar, atlet akan menolak dengan posisi badan terlentang. Dagu akan ditarik lebih dekat pada dada dan kaki tergantung dengan lemas layaknya orang yang sedang melayang. Pendaratan pun dilakukan dengan menjatuhkan punggung di atas matras.

Gaya guling/straddle

Berbeda dengan lompat tinggi gaya fosburry flop, lompat tinggi gaya guling atau straddle justru mendarat dengan posisi badan telungkup. Ketika atlet melakukan gerakan di atas mistar, kaki harus melewati mistar terlebih dahulu.

Lalu dengan cepat naikkan badan dengan posisi terbalik dengan diikuti oleh anggota badan lainnya yang ikut berputar. Ketika semua badan telah melewati mistar, bersiap mendarat dengan posisi badan telungkup. Dahulukan kaki kanan dan tangan kanan saat melakukan pendaratan yang disusul dengan bahu dan badan.

Gaya guling sisi

Gaya guling sisi atau western roll hampir mirip dengan lompat tinggi gaya guling atau straddle. Gaya guling sisi diciptakan oleh G.Harin pada tahun 1912, namun lompat tinggi dengan gaya guling sisi tidak pernah diperlombakan karena dianggap tidak sah.

Lompat tinggi gaya guling sisi dilakukan dengan posisi kepala lebih rendah dibandingkan posisi pinggul. Hal inilah yang menyebabkan lompat tinggi gaya guling sisi tidak dimasukkan ke dalam nomor perlombaan karena menyebabkan ketinggian maksimal tidak tercapai.

Gaya gunting/scissors

Lompat tinggi gaya gunting adalah salah satu nomor lompat tinggi yang paling sering diperlombakan. Gaya ini ditemukan pada tahun 1880 oleh Sweney dengan beberapa kali perubahan.

Lompat tinggi gaya gunting dilakukan dengan melompat menggunakan kaki kanan terlebih dahulu dengan kaki kiri sebagai tumpuannya. Ketika kaki kanan sudah berada di atas mistar, kaki kiri ikut menyusul melewati mistar. Pendaratan dilakukan dengan menggunakan kaki kanan terlebih dahulu lalu disusul dengan kaki kiri.

Itulah perbedaan gaya dalam lompat tinggi yang perlu diketahui. Lompat tinggi memang memiliki banyak teknik atau gaya dalam pelaksanaannya. Namun yang terpenting adalah fokus pada salah satu gaya agar dapat melakukan lompat tinggi dengan sempurna.