Inilah Perbedaan Lintasan Awalan Dalam Lompat Tinggi Dibandingkan Cabor Atletik Lainnya

Salah satu nomor atletik yang selalu menarik untuk dilihat adalah lompat tinggi. Lompat tinggi adalah cabang olahraga dimana atlet harus melompat tinggi melewati palang yang telah disediakan. Dengan adanya palang yang harus dilewati oleh setiap atlet, maka lintasan yang digunakan pun berbeda dibandingkan dengan lintasan yang digunakan pada cabang olahraga lain.

Gambar di atas adalah gambaran dari sebuah lintasan dalam lompat tinggi, baik lompat tinggi gaya gunting, lompat tinggi gaya guling, maupun lompat tinggi gaya guling sisi. Dalam sketsa di atas terlihat bahwa lintasan awalan yang digunakan untuk berlari sebelum melompat harus memiliki panjang minimal 15 meter dan maksimal tidak terbatas.

Panjang lintasan awalan yang tidak terbatas ini disebabkan karena atlet bebas mengambil langkah berapa meter dari jarak tolakan untuk berlari agar lompatan menjadi lebih maksimal. Dalam sebuah pertandingan, biasanya atlet akan mengambil ancang-ancang untuk berlari dari jarak sekitar 20 meter hingga 25 meter.

Sedangkan untuk mendapatkan lompatan yang tinggi, minimal jarak yang harus ditempuh saat berlari agar mendapatkan kekuatan yang cukup besar adalah 15 meter. Namun jarak ini tidak memiliki kekuatan yang maksimal saat melompat.

Berbeda dengan lintasan awalan pada cabang olahraga lainnya, dalam lompat tinggi, atlet harus melompati palang ketika akan melakukan tolakan dengan sudut kemiringan sekitar 35 hingga 45 derajat. Hal ini dikarenakan atlet melakukan lompat tinggi tanpa bantuan apapun sehingga tubuh harus dicondongkan dengan kemiringan tertentu agar bisa melewati mistar saat melakukan lompatan.

Adapun jarak antar tiang penyangga yang terdapat pada lintasan awalan lompat tinggi adalah sekitar 3,98 meter hingga 4,02 meter. Selama pertandingan berlangsung, tiang tidak boleh digeser sama sekali hingga pertandingan selesai.

Sebelum pertandingan dimulai, juri biasanya akan memberitahukan tinggi awal mistar, kemudian mistar akan ditambah tingginya sebesar 10 cm setiap akhir babak atau ronde hingga menyisakan satu atlet pemenang. Mistar yang terdapat pada lompat tinggi boleh dibuat dari bahan kayu, besi, atau fiber glass agar tetap kaku meskipun terkena senggolan saat atlet melompat.

Itulah penjelasan singkat mengenai perbedaan lintasan awalan dalam lompat tinggi. Setiap nomor lompat dalam cabang olahraga atletik memang memiliki lintasan tersendiri yang disesuaikan dengan pelaksanaannya masing-masing. Seluruh lintasan yang ada telah diatur sesuai dengan standar internasional.