Ternyata ada 4 Perbedaan Lari Dan Berjalan yang Gak Banyak Orang Tau

Apakah anda pernah menyadari tentang perbedaan lari dan berjalan? Lari dan berjalan merupakan sebuah aktivitas atau bisa juga digunakan sebagai cara untuk menyegarkan dan menyehatkan tubuh anda karena kebiasaan lari dan berjalan akan memberikan dampak positif untuk tubuh anda seperti halnya ketika anda melakukan olahraga air yang menyenangkan.

Tidak sedikit yang mengatakan bahwa lari dan berjalan merupakan sebuah olahraga paling sederhana yang bisa anda lakukan meskipun anda merupakan orang yang sibuk. Kenapa? Karena olahraga yang satu ini bisa anda lakukan dimana saja dan kapan saja tanpa harus mengatur waktu dan tempat terlebih dahulu. Selain itu, olahraga lari dan berjalan telah dinobatkan sebagai olahraga tertua yang ada di dunia.

Untuk olahraga lari sendiri saat ini sudah banyak memiliki variasi seperti yang telah dijelaskan pada perbedaan jarak tempuh lari menengah dan jauh, dan bahkan hampir semua olahraga di dunia ini juga membutuhkan pemainnya untuk berlari seperti sepakbola, basket, dan bahkan olahraga kasti.

Di bawah ini kami akan memberikan penjelasan tentang apa saja perbedaan lari dan berjalan yang harus anda pahami karena informasi ini tidak banyak diketahui banyak orang.

1. Kontak dengan tanah

Salah satu perbedaan lari dan berjalan yang paling dasar adalah berkaitan dengan kontak kaki dengan tanah. Ketika anda berjalan, kaki anda akan lebih sering menyentuh tanah baik ketika anda menggunakan satu kaki atau dua kaki dan pada tahap ini tidak ada tahapan dimana semua kaki anda terangkat.

Sementara ketika anda berlari, meskipun ada sebuah tahapan atau fase dimana kaki anda menyentuh tanah, namun juga tidak jarang kaki anda tidak menyentuh sama sekali. Selain itu, ketika anda berlari maka intensitas kaki anda menyentuh tanah juga lebih jarang dibandingkan dengan berlari, dan bahkan ada fase dimana kedua kaki anda akan melayang.

2. Sudut lutut

Perbedaan antara lari dan berjalan yang kedua adalah teletak pada bagian lutut. Sekedar informasi bahwa salah satu tahapan lompat jauh dan penjelasannya adalah ada kaitannya dengan sudut lutut dimana anda harus memperhatikan sudut lutut agar lompatan anda bisa jauh dan tidak sampai menimbulkan cidera. Ketika anda berlari, maka lutut anda akan lebih banyak menekuk dibandingkan ketika anda berjalan. Hal inilah yang akan memberikan kekuatan kepada kaki anda ketika saat menginjak tanah karena ditopang oleh otot quadricep.

Dengan kata lain, ketika anda berlari maka otot quadricep anda maupun juga lutut anda akan terasa lebih lelah jika dibandingkan ketika anda belari. Maka dari itu, tidak sedikit orang yang kemudian akan berjalan ketika ia sudah merasa lelah dan akan berlari kembali setelah dirasa otot-ototnya sudah tidak letih.

3. Cedera

Pembahasan mengenai perbedaan lari dan berjalan selanjutnya adalah mengarah pada hal-hal yang berkaitan dengan cidera yang kemungkinan bisa dialami oleh seseorang yang memiliki kebiasaan berlari atau juga berjalan. Seperti yang kita tahu bersama bahwa seseorang yang memiliki kebiasaan menerapkan olahraga berjalan akan lebih rendah terkena resiko cidera dibandingkan dengan mereka yang memiliki kebiasaan belari.

Untuk olahraga lagi disarankan tidak dilakukan oleh seseorang yang memiliki kelebihan berat badan karena bisa membuatnya lebih besar terkena resiko cidera. Alasannya adalah karena berat badan orang tersebut akan memberikan tekanan yang besar kepada lutut sehingga bisa meningkatkan resiko terkena cidera.

Beberapa cidera yang bisa dialami adalah seperti terkilir, cidera otot, dan lain sebagainya. Maka dari itu, sebelum melakukan olahraga berlari atau berjalan, hal terpenting yang harus diperhatikan adalah apakah jenis olahraga yang anda lakukan benar-benar tidak membuat anda terkena resiko cidera yang lebih tinggi. Dan jangan lupa untuk melakukan pemanasan terlebih dahulu bagi anda yang hobi olahraga berlari.


4. Waktu tempuh

Perbedaan yang terakhir antara olahraga berlari dan berjalan adalah terletak pada waktu tempuh yang dibutuhkan untuk bisa mencapai target yang ditentukan. Mungkin anda juga sudah tahu bahwa dengan berlari, maka akan membuat anda bisa lebih cepat untuk mencapai target seperti garis finish jika dibandingkan dengan seseorang yang memiliki hobi berjalan.

Namun resikonya adalah jika orang tersebut terus-terusan berlari, maka akan membuat tubuhnya menjadi lebih lelah sehingga ia juga harus membutuhkan waktu yang lumayan lama untuk memulihkan kondisinya kembali. Sementara bagi seseorang yang memiliki hobi berjalan, meskipun ia membutuhkan waktu yang lebih lama untuk mencapai target seperti misalnya garis finish, namun jenis olahraga ini tidak akan membuat tubuh anda cepat lelah.

Dengan kata lain, anda harus bisa menentukan apakah target atau garis finish tersebut memiliki jarak yang jauh. Jika jaraknya lumayan jauh, anda bisa berlari terlebih dahulu dan kemudian anda bisa mulai lari-lari kecil atau berjalan, kemudian anda bisa kembali berlari untuk bisa sampai ke garis finish.

Itulah informasi yang dapat kami sampaikan kepada anda, olahraga lagi juga termasuk ke dalam macam-macam tes kebugaran jasmani serta juga sering digunakan sebagai sebuah teknik awal lompat jauh pada perlombaan seperti asian games atau sea games. Semoga informasi ini bermanfaat.