4 Kesalahan Dalam Lompat Jangkit yang Sering Terjadi

Lompat jangkit atau dalam bahasa Inggris disebut dengan triple jump adalah salah satu cabang olahraga nomor lompat. Lompat jangkit hampir sama dengan lompat jauh, hanya saja terdapat 3 gerakan di dalamnya, yakni gerakan berjingkat, melangkah dan melompat.

Ketiga gerakan ini dilakukan dalam satu lintasan lurus. Terdapat 3 tolakan di dalam lompat jangkit, 3 kali melayang di udara, dan 3 kali melakukan pendaratan. Banyaknya gerakan dalam lompat jangkit menimbulkan banyak kesalahan jika tidak dilakukan dengan baik. Berikut ini adalah beberapa kesalahan dalam lompat jangkit yang sering terjadi:

1. Awalan yang salah 

Dalam lompat jangkit, awalan yang dilakukan adalah dengan gerakan run-up. Gerakan run-up dilakukan dengan berjalan namun seperti lari. Gerakan ini tidak boleh tersendat atau ragu-ragu. Awalan yang dilakukan dengan tersendat akan menyebabkan kegagalan saat melakukan tolakan.

2. Tolakan yang salah

Posisi tubuh saat melakukan take off juga sering kali salah. Posisi tubuh yang terlalu condong ke belakang dapat menyebabkan tolakan menjadi tidak maksimal. Posisikan tubuh agak condong ke depan agar tumpuan berat badan pindah ke depan sehingga tolakan lebih maksimal.

Tekuk kaki sedikit untuk memberikan dorongan yang kuat saat melakukan tolakan. Tegakkan posisi tulang punggung dan fokuskan pandangan pada lintasan yang datar di depan.

3. Jarak awalan terlalu pendek

Dalam lompat jangkit, terdapat sebuah lintasan yang akan dilalui untuk melakukan awalan sebelum melakukan lompatan. Adapun kesalahan yang sering terjadi dalam lintasan awalan tersebut adalah jarak awalan yang terlalu pendek. Jika jarak awalan terlalu pendek, maka dorongan untuk melakukan lompatan tidak akan terlalu baik.

Lompatan yang jauh akan dihasilkan dari awalan yang baik dengan jarak yang cukup pula, tidak terlalu panjang atau pendek. Maka dari itu, pastikan jarak terbaik untuk melakukan awalan agar lompatan tidak gagal.

4. Lompatan terlalu tinggi

Meskipun terdapat lompatan dalam lompat jangkit, namun yang diukur bukanlah ketinggian lompatan melainkan jarak yang dicapai dari lompatan pada matras. Jika lompatan yang dilakukan terlalu melambung tinggi, maka jarak yang didapatkan pada matras atau pasir akan terlalu pendek.

Usahakan untuk tidak terlalu melentingkan badan ketika melakukan lompatan sehingga lompatan tidak terlalu tinggi. Capai jarak sejauh mungkin dengan menekuk badan agak ke dalam sehingga tenaga yang digunakan untuk melompat tidak membuat badan melompat tinggi melainkan menjadi jauh.

Itulah 4 kesalahan dalam lompat jangkit yang perlu diketahui. Melakukan latihan sesering mungkin akan sangat membantu untuk mengurangi kesalahan yang terjadi saat melakukan lompat jangkit.