12 Peraturan Lari Jarak Pendek yang Benar untuk Perlombaan

Lari merupakan salah satu olahraga yang diperlombakan dalam berbagai kejuaraan. Aktifitas lari merupakan salah satu oleharaga dasar dalam berbagai cabang olahraga. Lari sendiri terbagi menjadi beberapa nomor, diantaranya yaitu lari jarak pendek, lari jarak menengah, lari jarak jauh dan lari estafet yang dipertanding dalam berbagai kejuaraan.

Peraturan Lari jarak Pendek

Lari jarak pendek atau yang biasa disebut lari sprint atau lari cepat terbagi menjadi beberapa nomor yang biasanya diperlombakan, diantaranya yatu lari 100 meter, lari 200 meter dan lari 400 meter. Sebelum mengikuti perlombaan, anda harus mempelajari teknik lari sprint atau teknik lari jarak pendek untuk bisa memenangkan pertandingan. Selain itu, anda juga harus paham mengenai peraturan lari jarak pendek dalam perlombaan.  Dan berikut adalah peraturaan lari jarak pendek yang ditetapkan oleh IAAF (International Association of Athletics Federation) yang merupakan Federasi Atletik seluruh dunia dan juga PASI (Persatuan Atletik Seluruh Indonesia) yang merupakan induk Olahraga Atletik di Indonesia.

  1. Garis pada awal start dan juga garis untuk finish mempunyai lebar 5 sentimeter dimana garis tersebut harus tegak lurus dengan garis tepi lintasan. Jarak lintasan diukur dari garis terluar untuk garis pada start dan garis terdalam untuk garis pada finish.
  2. Berbeda debngan teknik lari jarak jauh yang menggunakan start berdiri, Teknik start yang digunakan dalam pertandingan lari jarak pendek adalah start jongkok, hal ini bertujuan untuk memaksimalkan pola lari cepat. Dan juga dalam melakukan start untuk lari jarak pendek terdapat 3 macam teknik start jongkok diantaranya yaitu:
    • Start Pendek (Bunch Start). Dimana start pendek digunakan untuk nomor lari dengan jarak 100 meter. Posisi kaki sebelah kiri berada didepan, lutut kaki kanan menekuk ke depan dan berada di samping kaki kiri dengan jarak sekepal. Kedua tangan diletakkan di depan tubuh dengan lurus kebawah, dan jari-jari membentuk seperti huruf V yang terbalik.
    • Start Menengah (medium start), Dimana start pendek digunakan untuk nomor lari dengan jarak 200 meter posisi kaki kiri berada didepan, sedangkan lutut kaki kanan berikan jarak kurang lebih satu kepal disebelah tumit kaki kiri. Tangan diletakkan didepan secara lurus dengan jari-jari membentuk huruf V yang terballik.
    • Start Panjang (Long Start), Dimana start pendek digunakan untuk nomor lari dengan jarak 400 meter Posisi kaki kiri berada di depan, sedangkan lutut kaki kanan berada dibelakang kaki kiri, beri jarak kurang lebih sekepal. Tangan diletakkan di depan dengan lurus meghadap kebawah. Jari-jari seperti membentuk huruf V antara ibu jari dan jari lainya memisah.
  3. Menggunakan tiga aba-aba dalam melakukan start, dimana 3 aba-aba tersebut adalah “Bersedia”, “Siap” dan “Ya” atau dengan suara tembakan pistol. Dan berikut adalah penjelasan untuk masing-masing aba-aba.
    • Aba – aba “Bersedia”, Anda segera berada dalam posisi jongkok dengan kaki kiri ditekuk kebawah dan kaki kanan ditekuk ke depan.Tangan lurus kebawah dan menyentuh tanah dan atur jarak antar tangan hanya selebar bahu. Jari-jari membentuk seperti huruf V yang terbalik, dan usahakan jarak antar jari tidak terlalu rapat.Condongkan bahu anda sedikit kedepanRilekskan leher dan kepala serta pandangan fokus kedepan, Kaki diletakkan menghadap garis start.
    • Aba-aba “Siap”, Panggul diangkat katas melebihi tinggi bahu dengan kaki sedikit diluruskan, dan ambil nafas dalam-dalam sehingga terlihat badan lebih condong kedepan. Rilekskan leher dan kepala, pandangan sedikit diturunkan karena posisi kepala dan tubuh hampir lurus. Lengan masih dalam keadaan yang sama sepertu tadi dan beri beban pada tangan.
    • Aba – aba “Ya” atau tembakan pistol, Lengan kiri diayunkan kedepan sedangakan lengan tangan kanan diayunkan kebelakang, Kaki kiri melakukan tolakan dengan kuat, dan kaki kanan mulai dilangkahkan dengan cepat. Tumpukkan berat badan ke depan.Perlebar langkah kaki dan juga dipercepat, bisanaya 6 hingga 9 langkah awal merupakan langakah peralihan untuk menytabilkan tubuh dan persiapan diri untuk menggunakan teknik lari cepat dengan berlari sekencang-kencangnya.Atur nafas saat berlari, padukan dengan ritme langkah kaki dan gerakan tangan
  1. Pelari hanya boleh berlari ketika mendengar aba-aba “Ya” atau suara dari tembakan pistol.
  2. Pelari yang melakukan kesalah ketika start harus diperingatkan. Maksimal peserta hanya boleh melakukan kesalahan hanya 3 kali, selebihnya peserta akan didiskualifikasi.
  3. Dalam perlombaan lari jarak pendek biasanya dilakukan dalam beberapa tahapan, yaitu babak penyisihan (biasanya terdiri dari 2 babak), babak semi fnal, dan babak final
  4. Babak penyisihan biasanya diadakan karena peserta terlalu banyak sehingga harus menyaring dan mendapatkan peserta terbaik untuk menuju ke babak semifinal. Pada babak penyisihan peserta hanya diambil 2 pemenang yaitu juara I dan juara II.
  5. Setiap pelari memiliki lintasan masing-masing untuk berlari, jika melanggar maka pelari akan di diskualifikasi.
  6. Pelari yang keluar dari lintasan yang sudah ditentukan juga dianggap hal yang melanggar, sehingga menyebabkan pelari terdiskualifikasi.
  7. Pemain yang terbukti menggunakan doping atau obat perangsang juga akan didiskualifikasi. Karena sangat dilarang menggunakan doping dalam berbagai bidang olahraga, terutama lari. Bahkan pelari bisa mendapatkan sanksi jangka panjang jika terbukti menggunakan doping atau obat perangsang.
  8. Lapangan harus dibuat lintasan, atau dibatasi dengan ban, dimana lintasan dalam perlombaan resmi terdapat 8 jalur lintasan untuk jalur lari masing-masing pelari. Dan juga masing- masing jalur memiliki ukuran 1,22 meter.
  9. Pemenang dalam perlombaan lari jarak pendek adalah yang pertama kali sampai di garis finish, dimana dihitung dari anggota tubuh yang pasif. Tangan dilarang menggapai garis finish.

Wasit dalam Perlombaan lari

Dalam sebuah perlombaan lari, kehadiran wasit atau pengawas pertandingan sangatlah penting. Dan berikut adalah beberapa wasit yang ada pada pertandingan lari.

  • Starter, Merupakan pengawas yang bertugas pada saat pemberangkatan pelari, starter juga bertanggung jawab ketika pelari melanggar ketika melakukan start.
  • Recall Starter, merupakan pengawas yang bertugas mengecek para pelari sebelum pertandingan dimulai. 

  • Timer yaitu pengawas yang bertugas mencatat waktu pelari
  • Pengawas Lintasan, merupakan pengawas yang bertugas mengawasi pelari apabila pelari melakukan pelanggaran pada saat berlari ketika pertandingan berlangsung.
  • Juri kedatangan, Merupakan penngawas yang bertugas mencatat dan menentukan yang pertama kali sampai finish, hingga pelari yang terkahir kali sampai di garis finish.
  • Juri pencatat hasil, merupakan pengawas yang bertugas mencatatat hasil perlombaan setelah pelari berhasil sampai di garis finish.

Peralatan yang digunakan

Dalam sebuah pertandingan lari jarak Pendek, dibutuhkan beberapa peralatan pendukung diantaranya yaitu:

  • Sepatu Spikes, Sepatu merupakan hal yang sangat penting dalam olahraga berlari, selain sebagai alas kaki sepatu yang digunakan khusus untuk pelari juga sudah didesain untuk bisa mengoptimalkan kecepatan anda ketika berlari. Untuk itu anda harus tahu cara memilih sepatu lari yang tepat untuk anda.
  • Start Block, Start lock merupakan peralatan yang digunakan untuk melakukan start.
  • Nomor Pelari, dalam setiap pertandingan, setiap pelari harus menggunakan yang nantinya dijadikan sebagai identitas dalam setiap pertandingan.

Dan diatas merupakan peraturan dalam lari jarak pendek. Semoga bermanfaat.