16 Peraturan Lari Jarak Menengah Yang Perlu Diketahui

Lari merupakan olahraga dasar yang hampir digunakan dalam setiap cabang olahraga. Lari juga masuk ke dalam salah satu cabang perlombaan atletik. Dimana, lari dibagi menjadi beberapa nomor, berdasarkan jarak yang ditempuh, diantaranya yaitu lari jarak pendek, lari jarak menengah dan lari jarak jauh atau lari Marathon. Perlombaan lari sudah ada sejak Olimpiade kuno pada zaman Yunani kuno, hingga sekarang perlombaan lari juga masih populer untuk diperlombakan.

Dalam pembahasan kali ini, akan diulas mengenai peraturan lari jarak menengah, dimana dalam lari jarak menengah terbagi lagi menjadi 2 nomor yaitu lari dengan jarak 800 meter, dan jarak 1500 meter. Berbeda dengan teknik lari jarak pendek yang mengandalkan kecepatan, untuk melakukan lari jarak menengah juga harus memperhartikan nafas, dan juga stamina. Selain itu, anda juga harus menaati peraturan dalam setiap perlombaan yang telah ditentukan oleh IAAF yaitu induk olahraga atletik dunia dan juga PASI yaitu induk cabang olahraga Atletik di Indonesia. Dan berikut kami ulas peraturan lari jarak menengah.

  1. Peraturan Teknik Start, Dalam setiap perlombaan lari di semua jenis nomor lari ada yang namanya teknik start, dimana untuk start yang digunakan pada lari jarak menengah dengan jarak 800 meter menggunakan start jongkok, sedangkan untuk lari jarak menengah dengan jaeak 1500 meter menggunakan start berdiri yang sama dengan start yang digunakan pada teknik lari jarak jauh.
  2. Peraturan Aba-aba Lari Jarak Menengah, Dalam melakukan start, pengawas yang bertugas sebagai starter memberikan aba-aba agar pelari bisa bergerak dengan serentak, dan tidak ada kecurangan. Aba-aba yang digunakan dalam teknik lari jarak menengah yaitu “Bersedia” atau “Ditempat”, “Siap” hingga tidak ada yang bergerak dan “Ya” atau biasanya dengan suara tembakan pistol dimana menandakan bahwa perlombaan lari sudah dimulai. Pelari yang lebih dari tiga kali salah dalam melakukan start akan didiskualifikasi.
  3. Peraturan Jalur Saat Berlari, Pelari harus menempati pada jalurnya masing-masing sebelum melintasi tikungan pertama, setelah melewati breakline pada tikungan pertama, pelari boleh berpindah jalur seuai keinginan. Biasanya pemain akan banyak mengambil jalur paling dekat dengan tikungan karena memiliki jarak terdekat dengan garis finish.
  4. Peraturan Penempatan Start, Penempatan pada saat start juga ditentukan dimana, peserta dengan jalur terluar dari lintasan berada di start paling depan. Biasanya pada lintasan resmi untuk olahraga lari sudah disediakan garis permanen untuk penempatan start masing-masing pemain agar memperoleh jarak yang sama.
  5. Penentuan Penempatan Start, jalur yang dilalui atlet dan juga penempatan start pada awalan lari ditentukan dengan menggunakan undian. Untuk babak selanjutnya pelari akan ditempatkan pada start sesuai dengan peringkat masing-masing pelari, dimana pelari dengan peringkat yang bagus ditempatkan pada nomor 3, 4, 5, dan 6.
  6. Dilarang Mengganggu Pelari Lain, Ketika dalam beralari ada atlet yang dengan sengaja menggangu gerak pemain lain, untuk tujuan tertentu akan didiskualifikasi.
  7. Aturan Seragam Lari, Dalam Perlombaan lari Jarak menengah untuk tingkat nasional maupun internasional, pelari harus menggunakan seragam yang sudah disediakan oleh penyelenggara pertandingan. Dimana seragam menyesuakan nilai-nilai yang berlaku di daerah tersebut, missal nya saja di Indonesia, untuk perlombaan lari, atlet tidak diperbolehkan hanya memakai bikini saja. Namun, sebenarnya ada peraturan standard mengenai pakaian yang digunakan dalam perlombaan lari yaitu, ringan, tidak transparan, mudah untuk atlet ketika berlari, dan tidak mengganggu pandangan juri. Selain itu, sepatu pelari juga sebaiknya menggunakan sepatu yang memang khusus digunakan untuk perlombaan lari, dimana untuk memperoleh sepatu yang bagus anda perlu tahu cara memilih sepatu lari yang baik dan benar.
  8. Keliling jalur lintasan, Keliling jalur lintasan lari jarak menengah memiliki panjang 400 meter, dimana lintasan dibatasi dengan garis dengan lebar 5 senti meter dan tinggi 5 senti meter yang biasanya terbuat dari semen atau kayu.
  9. Aturan Jarak dan Jumlah Jalur, Lintasan untuk berlari memiliki 8 jalur untuk pelari, tapi dalam kondisi yang tidak memungkinkan juga terdapat hanya 6 jalur saja pada lintasan tersebut. Lebar setiap jalur untuk lintasan jarak menengah adalah 1.22 meter dimana setiap jalur dibatasi dengan garis selebat 5 senti meter. Lintasan juga tidak boleh memiliki kemiringan lebih dari 100.
  10. Diskualifikasi, Pelari juga tidak boleh melanggar aturan – aturan yang sudah ditentukan dan juga jika terbukti melanggar maka bisa dikeluarkan dari perlombaan dengan cara yang tidak hormat atau dengan didiskualifikasi, dan berikut adalah hal-hal yang membuat seorang pelari bisa didiskualifikasi dalam perlombaan lari jarak menengah.
    • Lebih dari tiga kali saat melakuakn start, Ketika melakuan start, kesalahan yang sering dilakukan pelari adalah ketika aba-aba Ya, atau tembakan pistol belum dibunyikan, pelari mencuri langkah start terlebih dahulu. Dan jika kesalahan ini berlanjut sampai 3 kali, maka pelari akan dinyatakan didiskualifikasi atau kalah sebelum bertanding
    • Memasuki jalur pelari lain, Setelah melakukan start, pelari harus berlari dijalurnya masing – masing sebelum melewati break line pada tikungan pertama, jika pemain melanggar dan secara sengaja ataupun tidak sengaja melewati jalur sendiri maka pelari dinyatakan terdiskualifikasi
    • Mangganggu Pemain Lain, Pelari yang dengan sengaja mengganggu laju lari dari pemain lain juga akan didiskualifikasi, seperti menghalangi laju lari sehingga pemain lawan tidak bisa memaksimalkan laju larinya.
    • Keluar dari Lintasan, Keluar dari lintasan juga melanggar peraturan dari perlombaan lari jarak menengah, biasanaya pelanggaran ini terjadi disaat pemain berada di tikungan. Pekanggaran ini juga membuat seorang pelari bisa didiskualifikasi dari pertandingan. 

    • Terbukti menggunakan doping, Segala jenis doping atau obat pernagsang sangat dilarang dalam segala jenis cabang olahraga. Begitu juga dengan lari yang membutuhkan kecepatan dan stamina, penggunaan doping sangat rawan untuk digunakan. Penggunaan doping merupakan pelanggaran berat yang sanksinya terkadang hingga perlombaan selesai. Jadi untuk seorang atlet lari profesioanal doping atau obat perangsang sangatlah dianjurkan untuk dihindari.
  11. Aturan saat di Garis Finish, Garis finish merupakan garis yang menentukan kemenangan seorang pelari dalam setiap perlombaan. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika anda akan memasuki finish, dan berikut adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika memasuki garis finish:
    • Dilarang melompat ketika memasuki garis Finish
    • Jika ada pita di garis finish, jangan mencoba untuk meraihnya dengan tangan, karena menurut peraturan yang berlaku, pelari sudah mencapai garis finish jika anggota tubuh yang pasif pertama kali memasuki garis atau menyentuh pita. Selain itu, menggapai pita finish dengan tangan juga bisa menyebabkan anda terdiskualifikasi dari perlombaan.
    • Jangan berhenti secara mendadak ketika sudah melewati garis finish, usahakan untuk mengurangi kecepatan secara perlahan. Hal ini dilakukan untuk menghindari adanya tabrakan antar pamain dan juga bisa berakibat pada kaki terkilir dan jenis cidera saat berlari lain yang bisa menghambat karir anda atau pemain lain.

Dan diatas merupakan peraturan lari jarak menengah yang bisa anda pelajari, semoga bermanfaat.