4 Teknik Dasar Judo Beserta Gambarnya

Negara kita memiliki segudang olahraga bela diri yang dapat dipelajari dan salah satu dari seni bela diri yang masyarakat kita dapat latih adalah Judo. Judo sendiri memang berasal dari Jepang yang dianggap sebagai olahraga, seni bela diri dan juga filosofi. Judo merupakan hasil dari perkembangan seni bela diri kuno Jepang yang kita kenal dengan istilah Jujutsu.

Judo terdiri dari 2 susu kata bukan? Per suku kata tersebut memiliki makna yang belum banyak kita tahu, yaitu makna halus atau lembut untuk Ju dan cara atau jalan untuk Do. Maka ketika digabungkan, maknanya menjadi cara halus atau jalan yang lembut, sementara Jujutsu dikenal dengan makna teknik yang halus.

Baca juga:

Awal Mula Bela Diri Judo

Seperti yang sudah disebutkan, Judo merupakan hasil perkembangan dari Jujutsu. Di tahun 1882 tepatnya, sebuah dojo didirikan oleh Jigoro Kano di Tokyo di mana dojo tersebut disebut juga dengan Kodokan Dojo. Pada saat itulah Jigoro Kano menambah gaya sendiri di banyak cabang Jujutsu yang sudah dipelajari pada masa tersebut.

Pada dojo pertama yang ia dirikan, jumlah muridnya ada sampai 9 orang di Kuil Eisho Ji. Di situlah ia mengajarkan Jujutsu di mana tujuan utama dari seni bela diri ini adalah lebih kepada penguasaan teknik bertahan dan menyerang. Tujuan ini kemudian diadaptasi oleh Kano namun fokus lebih diutamakan pada sistem pengajaran serta pembelajaran.

Itulah yang menjadi alasannya mengapa ia kemudian memutuskan untuk mengembangkan 3 target spesifik untuk Judo yang meliputi pengembangan mental/roh, latihan fisik serta kompetisi di berbagai pertandingan. Diketahui pula pada tahun 1882, olahraga Judo dikenal sebagai model seni tempur Jepang modern, Gendai Budo yang merupakan hasil perkembangan dari sekolah Koryu lama.

Ketika bicara tentang olahraga Judo, maka ada teknik dasar Judo yang perlu untuk diperhatikan dan juga dilatih apabila Anda ingin menjadi seorang atlet Judo.

  • Teknik Penghormatan atau yang diketahui juga dengan istilah rei.
  • Teknik Bantingan Judo atau yang dikenal dengan istilah nage waza. Teknik ini terdiri dari teknik menjatuhkan diri atau sutemi waza dan juga teknik berdiri atau tachi waza. Pada teknik berdiri terdiri dari 3, yakni teknik kaki atau ashi waza, teknik pangkal paha atau koshi waza, dan juga teknik tangan atau te waza. Sementara teknik menjatuhkan diri terbagi menjadi 2, yakni teknik menjatuhkan diri ke arah samping atau yoko sutemi waza dan juga teknik menjatuhkan diri ke belakang alias ma sutemi waza.
  • Teknik Kuncian Judo atau yang lebih dikenal dengan istilah katame waza. Teknik ini dibagi menjadi 3, yakni teknik jepit atau shime waza, teknik menahan atau osae waza/osaekomi waza, serta teknik sambungan atau kansetsu waza.
  • Teknik Menyerang Judo atau yang lebih dikenal dengan istilah atemi waza.

Baca juga:

Teknik Penghormatan

Pada teknik penghormatan sendiri terdiri dari beberapa sikap yang harus diketahui dan juga dipelajari, yaitu:

Sikap Berdiri dan Duduk1. Sikap Berdiri

  • Ambil posisi awal tegak berdiri.
  • Lalu badan bungkukkan ke depan.

2. Zarei atau Sikap Duduk

  • Posisi awal harus dengan berdiri tegak.
  • Mundurkan kaki dan lanjutkan dengan berlutut.
  • Turunkan kaki kanan ke arah belakang.
  • Lalu berlututlah menggunakan kedua lutut di mana jari-jari kaki juga harus ke arah belakang.
  • Badan bungkukkan ke depan sambil kedua tangan taruh di atas matras.

Sikap Bertahan3. Sikap Bertahan

  • Ambil posisi awal dengan berdiri tegak di mana kaki dalam keadaan terbuka sekitar 60 cm lalu tekuk kedua lutut.
  • Jenis pertama dari sikap bertahan ini adalah jogu-hontai, yakni berdiri tegak sambil menekuk lutut dan merendahkan panggul, lalu berat badan ditumpukan ke tengah.
  • Jenis kedua adalah mogi-jigotai, yakni memasukkan kaki kanan ke arah depan.
  • Jenis ketiga adalah hindari-jigotai, yakni memasukkan kaki kiri ke arah depan.

Sikap Berdiri Biasa4. Shizentai atau Sikap Berdiri Biasa

  • Shizen-hontai adalah jenis pertama, yaitu sikap berdiri yang rileks, membuka kedua kaki, keluarkan ibu jari kaki sambil pandangan harus tetap dijaga untuk mengarah ke depan.
  • Migi-shizentai adalah jenis kedua, yaitu kaki kanan posisikan di depan sekitar 30 cm.
  • Hindari-shizentai adalah jenis ketiga, yaitu kaki kiri posisikan di belakang sekitar 30 cm sambil kedua tangan juga tetap ada di sisi tubuh.

Kumikata atau Pegangan5. Kumikata atau Pegangan

Pada sikap satu ini, kita perlu menggunakan tangan kiri kita untuk memegang tangan kanan lawan. Sementara untuk tangan kanan kita bertugas memegang kerah lawan. Kekuatan utama ada pada jari manis dan jari kelingking.

Tai-Sabaki atau Gerak Memutar6. Tai-Sabaki atau Gerak Memutar

  • Mae-sabaki adalah jenis pertama, yaitu kaki kiri dikedepankan dan memutar kaki kanan searah kaki kiri.
  • Ushiro-sabaki adalah jenis kedua, yaitu kaki belakang dimundurkan dan memutar kaki lainnya searah kaki pertama.
  • Mae-mawas-sabaki adalah jenis ketiga, yaitu majukan kaki secara silang ke depan sambil menarik kaki lainnya berputar ke belakang.

Sikap Langkah7. Sikap Langkah

  • Ayumi-ashi atau langkah biasa intinya telapak kaki tak boleh diangkat dari permukaan lantai ketika melangkah, hanya boleh sedikit diseret.
  • Tsugi-ashi atau sambung langkah intinya bergerak dengan langkah ke depan, belakang, samping kiri dan juga samping kanan atau bisa ke segala arah.

 

Baca juga:

Teknik Bantingan

Setelah teknik penghormatan, yang juga perlu diperhatikan ketika hendak mempelajari Judo adalah teknik dasar bantingan. Diketahui ada 11 macam teknik bantingan yang perlu dipelajari; tentunya latihan bersama lawan akan lebih baik karena dapat memraktikkan secara langsung setiap langkah di bawah ini.

Hiza Guruma atau Sapuan Lutut1. Hiza guruma atau yang disebut dengan sapuan lutut. Pada teknik ini lebih kepada cara membanting lawan dengan menyapu lutut lawan namun juga disertai dengan gerakan tangan untuk memegang dan mencengkeram bagian atas lawan.

Ketika ingin melakukan latihan, maka sebaiknya memang dilakukan bersama dengan teman di mana teman Anda dapat berperan sebagai lawan. Supaya lebih maksimal maka memang dapat terus berlatih agar tidak salah dalam pelaksanaannya.

Deashi Barai atau Sapuan Samping2. Deashi barai atau yang disebut dengan sapuan samping. Pada sapuan samping untuk membanting lawan, kita perlu menyapu kaki kanan lawan yang ada di depan dengan kaki kanan kita dari belakang sambil memegang bagian lengannya. Ketika disapukan, lawan akan jatuh tergeletak dan tangan kanannya masih dalam keadaan kita yang memegang. Teknik membanting ini juga memerlukan bantuan teman dalam praktik latihannya.

Ko Uchi Gari atau Jegal dari Depan3. ‘Ko uchi gari atau yang disebut dengan jegal dari depan. Penyapuan atau dari belakang sudah kita kenali dan pahami dengan baik, kali ini kita bisa mempelajari cara menyapu kaki lawan dari depan. Tepatnya, kaki kanan lawan kita sapu atau jegal menggunakan kaki kanan kita yang maju dan disapukan sambil memegang bagian atas depan lawan. Lawan terjatuh, maka posisi kita akan berada di atasnya.

O Soto Gari atau Jegal dari Belakang4. O soto gari atau yang disebut dengan jegal dari belakang. Jegal dari belakang adalah gerakan di mana kita berhadap-hadapan dengan lawan sambil memegang bagian depan atas lawan, dan mendekat lalu lanjutkan dengan kaki kanan kita bergerak ke belakang kaki kanan lawan.

Bagian tekukan lutut belakang dapat kita kunci, lalu dengan kekuatan penuh, kita bisa membanting lawan. Lawan terjatuh atau tergeletak, posisi kita ada di atas lawan.

Uchi Mata atau Bantingan Paha5. Uchi mata atau yang disebut dengan bantingan paha. Pada bantingan paha ini, kita perlu mencengkeram bagian lengan lawan, lalu memutar tubuh ke arah belakang sambil menarik lengannya dan kaki kanan pun menyusup ke dalam kaki lawan untuk menjegal bagian paha. Sambil melakukan gerakan demikian, kita bisa langsung mengangkat dan membanting lawan dengan bantuan dari kaki kanan kita yang menjegal.

O Goshi atau Bantingan Pangkal Paha Memutar6. O goshi atau yang disebut dengan bantingan pangkal paha memutar. Pada gerakan ini cukup sulit karena kita perlu mencengkeram lengan lawan dan tangan satu lagi memeluk bagian belakang tubuh lawan. Saat memutar tubuh ke belakang, kita perlu melakukan gerakan seperti menggendong atau mengangkat lawan, baru kemudian kita bisa membanting lawan ke tanah.

Harai Goshi atau Bantingan Pangkal Paha Sapuan7. Harai goshi atau yang disebut dengan bantingan pangkal paha sapuan. Pada gerakan membanting satu ini, kita perlu menarik dan mengangkat tubuh lawan agak ke samping dari tubuh kita dengan paha. Lalu dengan kekuatan penuh, kita bisa membanting lawan ke permukaan tanah; pastikan bahwa kedua tangan mencengkeram bagian atas depan tubuh lawan, terutama bagian lengan.

Suri Komi Goshi atau Bantingan Pangkal Paha Angkat8. Surikomi goshi atau yang disebut dengan bantingan pangkal paha angkat. Gerakan-gerakan membanting pada judo memang sedikit mirip, dan untuk gerakan ini tangan kedua tangan kita menahan kedua tangan/lengan lawan.

Dan saat kita memutar, angkat tubuh lawan untuk langsung dibanting ke permukaan tanah dengan sekuat tenaga. Tangan kita masih dalam keadaan memegang tangan kanan lawan ketika ia sudah terkapar.

Tomoe Nage atau Lemparan Guling Belakang9. Tomoe nage atau yang disebut dengan lemparan guling belakang. Pada gerakan ini, kita harus mencengkeram bagian atas depan lawan. Rebahkan tubuh kita sendiri ke permukaan tanah sambil menggiring lawan. Kaki kanan kita angkat untuk menahan bagian perut lawan lalu dengan kekuatan tangan serta kaki penuh, kita gulingkan lawan ke arah belakang.

Tai Otoshi atau Menjatuhkan Tubuh10. Tai otoshi atau yang disebut dengan menjatuhkan tubuh. Pada gerakan ini, fokus dan inti gerakan adalah dengan mengangkat langsung tubuh lawan dengan mencengkeram bagian atas depan tubuhnya.

Bagian kaki kanan kita bisa menahan atau mengunci bagian kaki kanan lawan, barulah kita melakukan bantingan secara langsung akan tubuh lawan. Bantingan bisa dilakukan ke samping depan.

Seoi Nage atau Lemparan Bahu11. Seoi nage atau yang disebut dengan lemparan bahu. Karena namanya adalah lemparan bahu, maka otomatis kita perlu membanting tubuh lawan dengan cara melewati bahu kita sendiri.

Tangan kanan dapat kita gunakan untuk mencengkeram bagian atas tubuh lawan dengan kuat dan tangan kiri kita cengkeram lengan lawan. Lalu setelahnya, dengan kekuatan penuh kita dapat mengangkat tubuh lawan, memutar tubuh kita sendiri dan kemudian membantingnya melewati bagian bahu.

Baca juga:

Teknik Kuncian

Dalam olahraga Judo, ada pula teknik dasar yang dinamakan teknik kuncian di mana juga atlet bisa melakukan teknik ini dengan berbaring. Berikut adalah beberapa macam teknik kuncian yang ada pada olahraga bela diri Judo:

Kata Gatame atau Kuncian Bahu1. Kata gatame atau yang disebut juga dengan kuncian bahu. Pada teknik kuncian bahu ini, gerakan di mana posisi lawan sudah ada di tanah dan kedua tangan kita bisa kemudian digunakan sebagai pengunci kedua bagian bahu lawan.

Posisi seperti memeluk bagian leher lawan, namun pastikan tangan kanan kita mengunci bagian lengan kanan lawan ketika ingin mengunci bahu. Dengan demikian, tangan lawan tak akan mampu memberikan perlawanan.

Kesa Gatame atau Kuncian Pinggang2. Kesa gatame atau yang disebut juga dengan kuncian pinggang. Pada teknik kuncian pinggang ini, maka pastikan untuk kita bisa mengunci bagian atas tubuh lawan tepat di bagian pinggang kita.

Posisi tersebut persis seperti memeluk bagian atas tubuh lawan terutama bagian kepala, namun pastikan untuk ikut mengunci bagian tangan kiri lawan. Tujuannya adalah supaya tidak ada perlawanan balik dari lawan.

Yoko Shiho Gatame atau Kuncian Empat Sisi3. Yoko shiho gatame atau yang disebut juga dengan kuncian empat sisi. Pada teknik gerakan ini, kita perlu mengunci lawan dari empat sisi di mana tangan kiri kita harus diposisikan untuk menahan lengan kiri lawan.

Sedangkan tangan kanan kita, harus ada di antara kedua kaki lawan. Tangan sebelah kanan bisa kita gunakan untuk menahan bagian kaki kiri lawan agar tak dapat melakukan perlawanan dengan mudah.

Kami Shiho Gatame atau Kuncian Empat Sisi Atas4. Kami shiho gatame atau yang disebut juga dengan kuncian empat sisi atas. Kuncian empat sisi sebelumnya adalah gabungan kuncian atas dan bawah, namun ada pula kuncian empat sisi atas sendiri. Caranya adalah dengan mencengkeram kuat-kuat pada bagian ikat pinggang lawan dari bagian atas.

Ketika dalam kondisi berbaring, maka dari atas kita bisa mencengkeram bagian tersebut dan sedikit menariknya. Namun supaya lawan tidak berkutik, maka kita perlu mengunci bagian lengan dengan mencengkeram ikat pinggangnya dari dalam sehingga kedua lengan lawan berada di luar.

Ude Garami atau Kuncian Tangan5. Ude garami atau yang disebut juga dengan kuncian tangan. Pada teknik kuncian tangan, kita hanya berfokus untuk membuat lawan tak bisa melakukan perlawanan hanya dengan mengunci bagian tangannya saja.

Pada kondisi berbaring, kita bisa menangkap tangan kiri lawan dan mencengkeramnya dengan kedua tangan kita. Tekuk lengan lawan ke atas dan bagian pergelangan tangannya dapat kita kunci.

Okuri Eri Jime atau Kuncian Kalung6. Okuri eri jime atau yang disebut juga dengan kuncian kalung. Pada teknik kuncian kalung, tentu kita langsung tahu area mana yang harus dikunci. Ya, tepat di bagian leher kita perlu untuk menguncinya dengan kedua tangan.

Namun saat melakukannya, bagian tangan kiri lawan harus ada di dalam sehingga tak bisa untuk melakukan perlawanan terhadap kita. Proses penguncian dalam kuncian kalung ini perlu dilakukan dari belakang bagian tubuh lawan.

Kataha Jime atau Kuncian Belakang7. Kataha jime atau yang disebut juga dengan kuncian belakang. Kuncian belakang ini mirip seperti okuri eri jime, namun bukan leher yang menjadi sasaran, melainkan tangan kanan kita mengunci leher, sedangkan tangan kiri kita mengunci bagian lengan kiri lawan. Kuncian lengan kiri  lawan dapat dilakukan dengan mengalungkan tangan kita dan mengangkat lengan lawan ke atas.

Ude Hishigi Juji Gatame atau Kuncian Tangan Silang8. Ude hishigi juji gatame atau yang disebut juga dengan kuncian tangan silang. Kuncian tangan silang adalah suatu cara mengunci kedua tangan lawan dari samping. Posisi kita seperti menduduki lawan namun bokong kita berada di samping kepala lawan di mana kaki kita menghimpit lengan kanannya.

Sedangan untuk tangan kiri lawan bisa kita cengkeram, tahan dan kunci menggunakan kedua tangan kita. Dengan cara ini, otomatis lawan tidak bisa berkutik dan tak akan mudah untuk melarikan diri juga.

Baca juga:

Teknik Menyerang

Teknik Menyerang JudoAtemi waza adalah istilah untuk teknik penyerangan dalam olahraga bela diri Judo dan pada teknik ini, atlet dapat melakukannya dengan pukulan atau juga tendangan. Bahkan sah-sah saja untuk melakukan penyerangan menggunakan senjata tajam berupa pedang atau pisau.

Kedua senjata tersebut juga cukup sering digunakan dalam latihan Judo, namun biasanya yang menggunakan senjata adalah para judoka yang sudah ada pada tingkat tinggi levelnya. Meski boleh latihan menggunakan senjata tajam, namun pada praktik pertandingan resmi, penggunaan senjata adalah hal yang terlarang dan sama sekali tak diperbolehkan.

 

Baca juga:

Demikianlah sedikit informasi mengenai teknik dasar Judo yang juga disertai dengan gambar agar dapat memahaminya dengan baik. Masing-masing teknik perlu dilatih agar setiap atlet mampu melakukannya dengan sempurna, terutama apabila berpartisipasi dalam sebuah kompetisi atau pertandingan resmi Judo.